Connect with us

Hukum

Penegakan Hukum Masih Loyo, Gerindra Ingin Indonesia Dipimpin Prabowo

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi'i/Foto: dok. KabarParlemen

NusantaraNews.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi’i mengkritik lemahnya penegakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Ia menilai sampai sampai ini penegakan hukum masih menyasar rakyat biasa yang tidak punya kekuasaan maupun kekauatan uang.

“Makanya saya bilang itu memang wajah penegakan hukum kita. Jadi di negeri ini bukan soal benar salah, bukan soal baik buruk. Soal siapa yang kuat, siapa yang punya uang,” ungkap Syafi’i, Jum’at (10/11/2017).

Syafi’i memberikan contoh penangkapan yang dilakukan pada orang-orang yang memenangkan Anies-Sandi, Lalu di tangkap Karena beberapa alasan yang tidak rasional. Sementara pengepungan yang dilakukan oleh Tengku Zulkarnain di bandara tidak ada pengusutan kasus secara tuntas.

“Coba bayangkan ada orang di Jakarta kampanye Anies sandi angkat parang dimana orang itu untuk memenangkan anies-sandi, teriak Allahu akbar, ditangkap,” katanya.

“Sementara yang ngejar-ngejar Fahri Hamzah di Sulawesi Utara kan angkat parang juga. Fahri itu pejabat negara lho. Lalu yang ngepung pesawat Zulkarnain pakai senjata tajam ada nggak proses hukumnya? Itu nggak ada,” tandasnya.

Syafi’i melanjutkan beda cerita Jika, aparat penegak hukum berhadapan dengan orang yang punya kekuasaan dan uang. Mereka akan diperlakukan dengan baik dan seolah sudah kebal hukum.

“Kalau kalian punya uang, kalian akan diperlakukan secara baik. Kalau tidak punya uang, tidak punya kekuasaan, meskipun benar kalian akan menderita di negeri ini,” terang Syafi’i.

Oleh karena itu, menurut Politisi Gerindra itu, harus ada reformasi penegakan hukum yang ada di Indonesia.

“Maka itulah saya bercita-cita mengganti presiden dengan Prabowo,” pungkasnya.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler