Connect with us

Kesehatan

Pemkab Nunukan Siagakan Puskesmas Binusan Sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Published

on

Pemkab Nunukan siagakan Puskesmas Binusan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19

Pemkab Nunukan siagakan Puskesmas Binusan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Sekretaris Daerah Pemkab Nunukan, Serfianus didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kabupaten Nunukan, Hasan Basri Mursali ketika meninjau kesiapan Puskesmas Binusan, Minggu (20/4).

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Pemkab Nunukan siagakan Puskesmas Binusan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 serta mempetimbangkan terbatasnya ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan, Pemerintah Kabupaten Nunukan saat ini tengah menyiapkan Puskesmas Binusan sebagai ruang isolasi dan perawatan pasien Covid-19.

“Ini sebagai antisipasi apabila pasien Covid-19 bertambah,” tutur Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus didampingi Kepala Bagian Humas Protokol Hasan Basri Mursali yang diintruksikan oleh Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, pada Minggu (19/4) saat mengecek langsung kesiapan Puskesmas Binusan.

Serfianus menjelaskan bahwa Puskesmas Binusan sebetulnya memang belum siap dioperasionalkan saat ini, masih dalam tahap pemasangan sarana perlengkapan. Seperti dalam pantauan, memang terlihat para pekerja tengah memasang kipas angin, blower, dan beberapa perlengkapan lain yang dibutuhkan jika sewaktu-waktu dipergunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, jumlah pasien yang sudah dinyatakan positif terpapar sebanyak 24 orang. Semua pasien tersebut masih bisa ditampung di ruang isolasi dan perawatan khusus di RSUD Kabupaten Nunukan.

Serfianus juga menegaskan bahwa mempersiapkan sarana dan prasarana rujukan adalah sesuai dengan sistem penanganan dalam hal kedaruratan. Namun kendati telah mempersiapkan, Serfianus berharap tidak ada 1 ruangan pun yang akan dipakai.

“Pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan terus mempersiapkan diri mengantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul. Tetapi saya pribadi berharap semoga ruangan ini nantinya tidak pernah dipakai untuk merawat pasien Covid-19, artinya pasien yang dinyatakan positif tidak terus bertambah,” kata Serfianus.

Baca Juga:  UU KPK Baru: Pimpinan KPK Tetap Penyidik dan Penuntut Umum

Terkait persiapan sarana rujukan, Direktur RSUD Kabupaten Nunukan dr. Dulman menyebutkan ruang isolasi dan perawatan pasien Covid-19 mampu menampung hingga 53 pasien, sedangkan Pusmesmas Binusan diperkirakan bisa menampung 25 – 30 pasien.

Ketika disinggung kemungkinan diberlakukanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang sudah diterapkan oleh Provinsi DKI, Kota Makassar dan beberapa kota lainnya, Serfianus kembali menyampaikan bahwa PSBB bisa saja diusulkan kepada Kementerian Kesehatan RI jika memang situasinya semakin mengkhawatirkan.

“Bisa saja diberlakukan PSBB jika situasinya semakin menghawatirkan. Tapi kita berharap, pademi Covid-19 ini lekas reda sehingga tak perlu ada PSBB,” harapnya.

Sementara perkembangan wilayah Nunukan, dari informasi Tim Gugus Penanganan Covid – 19 Nunukan diperoleh data sebagai berikut:

ODP Baru : 1

ODP selesai dipantau :  194

ODP Pindah : 884

ODP Msh dipantau : 11

ODP positif : L . 14 P . 0

ODP msh dirawat : 0

 

OTG baru : 20

OTG Selesai di pantau : 32

OTG Masih di pantau : 37

OTG Positif : 3

 

PDP Baru : L. 0   P . 0

PDP sembuh : L . 0 P . 1

PDP msh dirawat : L. 0 P. 0

PDP Positif : L . 7 P . 0

PDP Negatif : L. 1 P. 1

PDP meninggal : L . 1 P . 0

 

Konfirmasi Positif : 24

Konfirmasi Msh Di rawat : L. 24 P. 0

 

ODP MASIH DI PANTAU

Kecamatan Nunukan = 2

Kecamatan Nunukan Selatan = 4

Kecamatan Sebatik Tengah = 1

Kecamatan Sebatik Barat = 1

Kecamatan Sebatik Utara = 3

Total ODP = 11

 

PDP Masih Dirawat

Total PDP = 0

 

ODP Baru = 1

Kecamatan Nunukan Selatan = P.0 L.1

 

Selesai Dipantau = 1

Kecamatan Nunukan = P.0 L.1

(ES/ed. Banyu)

 

Loading...

Terpopuler