Connect with us

Berita Utama

Pemimpin Tertinggi Iran Menuduh Arab Saudi Mengkhianati Umat Islam

Published

on

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei/Foto: Washington Times

NUSANTARANEWS.CO – Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menuduh pemimpin Arab Saudi mengkhianati umat Muslim dengan membentuk aliansi bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan keras pemimpin spiritual Iran tersebut dilakukan ditengah konferensi parlemen negara-negara Islam pada hari Selasa di Teheran.

Pernyataan tersebut dirilis dalam sebuah situs resmi pemerintah yang dilansir Reuters pada Selasa (16/1), di mana Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa, “Pemerintah regional yang bekerja sama dengan AS dan rezim Zionis untuk berperang melawan muslim jelas melakukan pengkhianatan. Itulah yang dilakukan oleh Arab Saudi.

Seperti diketahui, Iran adalah Muslim Syiah sementara Arab Saudi adalah negeri Muslim Sunni yang merupakan sekutu penting AS di Timur Tengah – rivalitas kedua negara ini sedang memperebutkan pengaruh di kawasan Timur Tengah. Mereka saling mendukung pihak-pihak yang berlawanan di Yaman, Suriah, Irak dan Lebanon.

Arab Saudi berulang kali menyatakan agar Iran tidak campur tangan dalam urusan luar negeri. Seruan itu dibalas Iran dengan menuduh Arab Saudi berusaha menyeret seluruh kawasan ke dalam konfrontasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah kunjungan ke Yerusalem tahun lalu mengatakan bahwa kekhawatiran bersama terhadap Iran membuat banyak negara Arab mendekat ke Israel. Presiden Trump malah menjanjikan akan adanya pengakuan penuh negara-negara di dunia Arab terhadap eksistensi Israel selain menawarkan program perdamaian Timur Tengah versi AS tentunya.

Terkait dengan itu, seorang menteri kabinet Israel pada November lalu mengatakan bahwa Israel memiliki kontak rahasia dengan Arab Saudi sejak lama. Bahkan muncul selentingan kemungkinan normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel.

Namun fakta-fakta hubungan mesra Arab Saudi-Israel terus di bantah oleh pejabat Saudi. Riyadh bersikeras bahwa Israel harus menerima proposal perdamaian Saudi agar kedua negara bisa berhubungan dekat.

Baca Juga:  Menko Polhukam Ajak Seluruh Umat Islam Menjaga Stabillitas Keamanan

Iran sendiri tetap tidak mengakui keberadaan negara Yahudi itu, bahkan berulang kali menyerukan penghancuran Israel.

Sementara Arab Saudi melihat pengaruh Iran yang semakin kuat di kawasan Timur Tengah – telah mendatangkan ancaman eksistensial bagi Saudi. Putera Mahkota Saudi MBS tampaknya siap mengambil tindakan apapun yang dianggap perlu guna menghadapi pengaruh Teheran yang terus meningkat. (Banyu)

Loading...

Terpopuler