Connect with us

Mancanegara

Pemerintah Turki Kecam Penindasan Pemerintah Cina Terhadap Suku Uighur

Published

on

 

Penagkapan warga suku uighur

NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah Turki menuding Cina telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan mendesak agar segera menutup kamp-kamp tahanan bagi minoritas Muslim Uighur. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hami Aksoy: “Bukan rahasia lagi bahwa lebih dari satu juta warga Turki Uighur yang ditangkap secara sewenang-wenang menjadi sasaran penyiksaan dan indoktrinasi politik, sementara mereka yang tidak ditahan berada “di bawah tekanan besar”, pada Sabtu (09/02).

Aksoy juga menambahkan, “Pembangunan kembali kamp konsentrasi di abad 21 dan kebijakan asimilasi sistematik pemerintah Cina terhadap warga Turki Uighur adalah aib besar bagi kemanusiaan.”

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Turki memang berusaha menahan diri untuk tidak mengecam secara terbuka pemerintah Cina guna menjaga hubungan perdagangan bilateral kedua negara.

Namun, momen politik menjelang pemilu lokal pada bulan Maret mendatang telah mendorong Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berupaya meraih simpati dan dukungan pemerintahannya dari warga Uighur.

Loading...

Sementara pemerintah Cina sendiri memang telah mendapat banyak kritik dan kecaman dari masyarakat dunia internasional atas penindasannya terhadap warga suku Uighur – sebagai kelompok minoritas Muslim negeri itu dengan melakukan penahanan di kamp-kamp khusus.

PBB sendiri, sejak pertengahan tahun lalu telah mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya telah ditahan di wilayah Xinjiang barat, di mana mereka menjalani program indoktrinasi politik.

Human Rights Watch mengkonfirmasi laporan tersebut dan juga melaporkan bahwa suku Uighur memang mendapat perlakukan sewenang-wenang dari pihak aparat keamanan dan mereka diawasi dengan sangat ketat. Bahkan dengan alasan yang dibuat-buat mereka  bisa langsung ditangkap dan ditahan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Beberapa alasan penangkapan seperti menolak memberikan sampel DNA, berbicara dalam bahasa minoritas, atau berdebat dengan pihak berwenang.

Baca Juga:  BAZNAS Tegaskan Tak Pernah Pasang Spanduk Larangan Natal

Turki sendiri merasa sangat berkepentingan dengan suku Uighur karena mereka adalah kaum muslim yang beretnis Turki, jumlahnya di Cina mencapai 11 juta orang – yang sebagian besar bermukim di ujung barat Cina – tepatnya di Xinjiang.

Sebagai daerah otonom, Xinjiang memiliki pemerintahan sendiri yang jauh dari kendali Beijing, di mana muslim Uighur mencakup setengah dari sekitar 26 juta penduduk di wilayah ini. (Banyu)

Loading...

Terpopuler