Berita UtamaEkonomiLintas NusaPolitikTerbaru

Pemerintah Nekat Naikkan BBM, Capaian NTP Petani Sulit Tembus 100 Persen

Pemerintah nekat naikkan BBM, capaian NTP petani sulit tembus 100 persen.
Pemerintah nekat naikkan BBM, capaian NTP petani sulit tembus 100 persen.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM tentunya berimbas pada kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Salah satunya kesejahteraan petani di Indonesia.

Anggota DPRD Jawa Timur Subianto mengatakan di tengah kemarau panjang, beban petani semakin berat akan adanya kenaikan BBM tersebut. ”Kemarau panjang, petani menggunakan pompa air yang digerakkan dengan mesin diesel. Namun, faktanya saat ini untuk mendapatkan BBM solar bersubsidi sangat kesulitan. Bahkan, kalaupun bisa harus mendapatkan harus melalui berbagai persyaratan yang terlalu ribet,” jelasnya, Selasa (6/9).

Imbas lainnya, kata Subianto, dampak akibat kenaikan BBM tentu akan berpengaruh dalam upah tenaga kerja yang akan mengalami kenaikan. “Sehingga bagi petani akan kesulitan mendapatkan NTP di atas 100 persen,” jelasnya.

Subianto kemudian menjelaskan permasalahan lain petani ketika BBM dinaikkan. Diantaranya beban petani semakin berat terutama dengan terbatasnya pupuk subsidi yang alokasinya terus dikurangi oleh pemerintah.

Baca Juga:  Aliansi Petani Singkong Pasuruan Gelar Deklarasi Prabowo Presiden

“Harusnya dengan kenaikan BBM, pemenuhan pupuk subsidi harus ditambah tiga kali lipat. Hal ini untuk meringankan beban petani akibat kelangkaan pupuk subsidi yang selama ini menjadi masalah klasik di sektor pertanian,” ujar politisi Demokrat ini.

Pria asal Kediri ini mengatakan walaupun pemerintah saat ini telah menerapkan sistem pembelian pupuk dengan menggunakan kartu tani dan alokasi RDKK (Rencana Definitif Kelompok), tapi kenyataannya di lapangan ketersediaan pupuk tidak ada. “Belum tersedianya pupuk subsidi sebagai pengganti berdampak pada petani kesulitan melaksanakan 6 tepat sesuai anjuran pemerintah,” jelasnya.

6 tepat anjuran pemerintah itu, lanjut Subianto antara lain tepat waktu, tepat dosis, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, dan tepat sasaran.

Sedangkan untuk UMKM, dampak adanya kenaikan BBM tersebut, lanjut Subianto para pelaku UMKM di sektor mamin akan menjadi pukulan telak dikarenakan bahan baku mamin semuanya naik. “Harga jualnya sulit dinaikkan karena daya beli masyarakat turun drastis,” jelasnya.

Baca Juga:  Target Tambah Kursi Pemilu 2024, PAN Bidik Suara Kyai Kampung dan Kyai Langgar di Jawa Timur

Satu-satunya jalan, lanjut Subianto yaitu mengurangi bahan baku, yang harusnya menjadi 10 buah dijadikan 12 buah. “Itupun omzetnya turun drastis dan ada yang sudah tidak produksi. Bisa dibilang kenaikan BBM memicu adanya pengangguran baru di Indonesia khususnya di Jawa Timur,” tutupnya. (setya)

Related Posts

1 of 28