Connect with us

Ekonomi

Pemberdayaan Perekonomian Desa Rombasan Patut Jadi Contoh dan Teladan

Published

on

Pemberdayaan Perekonomian

Sarana olahraga lapangan futsal bertaraf nasional milik BUMDes Cahaya Lestari di Desa Rombasan, Pragan, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang disebut mampau raup keuntungan Rp 6-10 juta per bulan. (Foto: M Mahdi)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Pemberdayaan ekonomi di Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur patut jadi contoh dan teladan bagi para aparatus desa. Desa Rombasan terbukti sukses memberdayakan perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa atau yang lebih dikenal BUMDes.

Di Rombasan, BUMDes yang mengola perekonomian desa bernama Citra Lestari. Pekan ini, kepada NUSANTARANEWS.CO, Kepala Desa Rombasan, Mukhlis Hidayat mengungkapkan salah satu keberhasilan BUMDes Cahaya Lestari dalam memberdayakan kemandirian ekonomi desa yang dipimpinnya.

Mukhlis menyebutkan, BUMDes membangun sarana olahraga berupa lapangan futsal bertaraf nasional di desa tersebut. Futsal merupakan olahraga yang sangat digemari semua kalangan, tua maupun muda. Termasuk di Desa Rombasan. Kata Mukhlis, lapangan futsal yang dibangunnya tersebut sukses meraup keuntungan puluhan juta rupiah per bulan. Artinya, animo dan antusiasme masyarakat terhadap keberadaan lapangan futsal tersebut sungguh luar biasa.

Namun, kata Mukhlis, pembangunan lapangan futsal yang dijadikan sebagai salah satu pemberdayaan ekonkmi di desanya tersebut melalui banyak sekali pertimbangan dan dianalisis masak-masak.

“Karena memiliki peluang yang menjanjikan dan masuk program perioritas yang diamanatkan oleh pemerintah pusat, serta yang menjadi pertimbangan di Kecamatan Pragaan  tidak ada lapangan futsal kelas nasional,” ujarnya kepada NUSANTARANEWS.CO, Jumat lalu.

“Maka pemerintah desa sepakat untuk membangun lapangan tersebut. Namun, dari segi fasilitas harus lebih dari lapangan yang sudah ada agar  menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemain,” kisahnya.

Dia menuturkan, pembangunan lapangan futsal tersebut tentu melalui proses dan tahapan panjang. Sebab, pembangunan dilakukan secara serius, yakni harus bertaraf nasional.

Baca Juga:  Warga Sambut Baik Rehabilitasi Rumah di Desa Ngampel

“Melalui beberapa tahapan dan proses panjang Desa Rombasan memiliki lapangan futsal kelas nasional. Pengelolaannya dipasrahkan ke BUMDes Cahaya Lestari,” jelas Mukhlis.

Upaya Mukhlis tidak meleset. Masyarakat dan kalangan muda di Desa Rombasan merespon positif keberadaan lapangan olahraga sepakbola lapangan mini tersebut.

“Bahkan, para pemain tidak hanya dari desa setempat, dari berbagai desa di Kecamatan Pragaan juga datang, termasuk dari luar kecamatan antusias datang dan bermain di lapangan futsal Desa Rombasan. Dari saking panatnya jadwal main, para tim pemian harus pesan tiga hari sebelumnya,” imbuh Mukhlis.

“Kami membangun lapangan futsal tidak tanggung, berbagai fasilitas kami persiapkan, lapangan yang representatif dan kelas nasional,” tutur kepala desa tiga periode tersebut.

Berkat sarana olahraga lapangan futsal ini, kata dia, desanya melalui BUMDes Cahaya Lestari mampu meraup keuntungan sebesar Rp 6-10 juta per bulan.

“Berkat sarana olehraga lapangan futsal di desanya, BUMDes Cahaya Lestari mendapatakan omset 6-10 juta per bulan. Untuk tarif yang dipasang dalam satu jam 50 ribu siang hari, 60 ribu untuk malam hari. Giat itu bagian cara pemerintah desa untuk mengembangkan pemberdayaan masayarakat khususnya kaum muda melalui BUMDes,” tuturnya.

Mukhlus mengatakan, pihaknya terus melalukan upaya-upaya inovatif dalam.mengelola sarana olahraga tersebut. Bahkan, kata dia, Februari ini pihaknya bakal menggelar kegiatan turnamen futsal sekaligus pameran produk asli desa-desa se-Kecamatan Pragaan.

“Tujuannya untuk mempromosikan produk asli desa, serta sebagai pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Desa Rombasan,” ucapnya.

Dia mempersilahkan masyarakat desa di suruh kawasan Kecamatan Pragaan membuka stand berjualan produk-produk andalan desa pada gelaran turnamen futsal tersebut. Tapi, kata dia, tak kalah penting ialah soal pberdayaan ekonomi.

Baca Juga:  Ini Novel Terbaik Charles Dickens

Dia yakin, pergelaran turnamen dan pameran produk tersebut mampu menyedot perhatian masyarat untuk turut serta memeriahkannya. Kegiatan semacam ini boleh saja disebut sebagai pesta rakyat. (mah/sul)

Loading...

Terpopuler