EkonomiPolitikTerbaru

Pembentukan Holding BUMN, Cara Pemerintah Permudah Dapatkan Utang

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pembentukan Holding BUMN dinilai hanya untuk mempermudah pencarian hutang. Sinergi antar perusahaan tersebut dapat meningkatkan jumlah aset yang bisa meningkatkan rasio pinjaman.

“Ya kalau misalkan wacana itu memang, saya kira ada benarnya juga,” ujar Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Athor Subroto saat dihubungi NusantaraNews, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Menurut Athor, penyatuan perusahaan akan lebih ramping dan mempermudah untuk pencarian modal bagi BUMN. “Itu juga bisa mempermudah capital include untuk narik utang,” katanya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Rini Soemarno telah menandatangani Akta Inbreng pengalihan saham negara di tiga BUMN sektor tambang kepada PT Inalum (Persero). Hal ini bagian dari proses pembentukan holding BUMN sektor pertambangan.

Athor mengungkapkan, negara sedang mengalami defisit anggaran. Dan karenanya, pembentukan holding BUMN jelas digunakan untuk mencari tambahan modal.

“Karena negara tidak akan mungkin memberikan penyertaan modal karena selama ini kekuarangan uang dan udah nggak punya duit, salah satu sumbernya hanya harus hutang,” terangnya.

Baca Juga:  Deddy Sitorus dan Kementerian BUMN Sosialisasikan Kereta Cepat Untuk Indonesia Maju

Tiga BUMN tersebut antara lain PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Timah (Persero) Tbk. Rencananya, tiga perusahaan negara ini akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana pembentukan holding BUMN tambang tersebut pada Rabu (29/11).

Reporter: Syaefuddin Al Ayubbi
Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 14