Connect with us

Politik

Pembangunan Perpustakaan DPR Hanya untuk Mengelabui Publik

Published

on

Perpustakaan DPR RI/Istimewa

Perpustakaan DPR RI/Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Pembangunan Perpustakaan DPR Hanya untuk Mengelabui Publik. Saat ini, alokasi anggaran untuk pembangunan gedung baru DPR sebesar Rp570 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Tapi rencana pembangunan gedung baru ini banyak mendapatkan penolakan, baik oleh rakyat maupun oleh pemerintah dengan kebijakan yang bernama moratorium atau menghentikan pembangunan yang berbentuk fisik.

Akan tetapi, Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa pihak DPR tidak putus asa soal banyaknya penolakan atas pembangunan gedung baru ini.

Menurut Uchok, setelah adanya kunjungan dari sejumlah cendekiawan beberapa waktu lalu, Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) seperti mendapat amunisi baru, menjadi semangat lagi serta membuat akal-akalan baru untuk pembangunan gedung baru.

“Tapi kali ini, judulnya bukan lagi gedung baru. Agar lebih intelektual diwacanakan DPR mau bangun perpustakaan termegah se-Asia agar mendapat dukungan dari publik,” ungkap Uchok di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Dengan adanya wacana ingin membangun perpustakaan tersebut, Uchok menegaskan bahwa Akom tidak punya konsistensi dalam ucapannya. “Bisa-bisanya mulut selalu berubah-ubah seenaknya sesuai seleranya. Baru kemarin mau melakukan moratorium. Hari ini berubah lagi, ingin melanjutkan pembangunan gedung DPR dengan judul perpustakaan untuk mengelabui publik,” ujarnya.

Baca juga: Komisi X Ingatkan Pemerintah Tak Pangkas Lagi Anggaran Buku Perpus

Uchok menuturkan, akan sangat gawat sekali jika publik menyetujui dan mendukung dengan pembangunan perpustakaan. Pasalnya, gedung-gedung lain yang baru dan yang mewah nan megah akan dibangun DPR. Tanpa berpikir bahwa pembangunan dengan judul gedung perpustakaan hanya pemborosan duit yang tidak bisa dimaafkan oleh rakyat.

“Saat ini saja perpustakaan sudah bagus kok. Tapi, sayang, perpustakaan sekarang saja jarang dikunjungi oleh anggota dewan. Pada males ke perpustakaan karena perpustakaan itu gudang ilmu, bukan gudang duit sehingga anggota saja pada males berkunjung ke sana,” kata Uchok menyindir.

Baca Juga:  Cegah Covid 19, Babinsa Pangongangan Bagikan Masker Ke Penjual Sayur Keliling

Bahkan, sambung Uchok, wacana pembangunan perpustakaan ini hanya sebuah nafsu dari ketua DPR saja. “Asyik dong ada proyek, ada duitnya. Mumpung jadi ketua DPR, bukan lagi ketua fraksi Golkar, jadi untuk berubah-ubah dalam berucap dianggap biasa-biasa saja. Padahal integritas, dan penilaian publik dari seorang pejabat negara diukur dari konsistensi mulutnya ketika berbicara di publik,” ujarnya ketus.

Untuk itu, Uchok menambahkan, pihaknya akan terus mendesak DPR untuk segera menghentikan pembangunan gedung baru, baik itu perpustakaan, penambahan ruangan, alun-alun demokrasi, dan lain-lain. “Segera kembalikan alokasi anggaran sebesar Rp570 milyar ke kas negara,” kata Uchok menyudahi. (Deni)

Loading...

Terpopuler