Connect with us

Ekonomi

Pembangkit Listrik Batubara Masih Jadi Primadona dalam Program Kementerian ESDM

Published

on

Ekspoitasi Tambang batubara/Ilustrasi/Net

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian ESDM mengungkapkan pemenuhan pasokan listrik akan diutamakan melalui pengembangan kapasitas pembangkit. Selain untuk memenuhi pertumbuhan beban, faktor keandalan pasokan jadi titik tekan atas antisipasi melonjaknya kebutuhan listik selama 10 tahun mendatang.

“Pengembangan kapasitas ini akan diarahkan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan EBT dan program 35.000 MW,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Baca juga: Program Pembangkit Listrik 35.000 MW Paling Tidak Realistis

Diketahui, pemerintah menetapkan target bauran energi pembangkit hingga akhir 2025 dengan target batubara sebesar 54 persen, Energi Baru Terbarukan (EBT) 23 persen, gas 22,2 persen dan bahan baka minyak (BBM) sebesar 0,4 persen.

“Kami melihat terutama rencana bauran EBT akan meningkat dari 12,4% di tahun 2018 menjadi 23% di 2025 nanti,” kata Agung.

Loading...

Sementara itu, program pembangkit listrik 35.000 MW terus digaungkan Kementerian ESDM kendati program ambisius ini sudah dipastikan bakal molor. Program ini dicanangkan pada pertengahan tahun 2015 silam.

Bahkan Menteri ESDM Ignasius Jonan mengklaim sekitar 20.000 MW pembangkit listrik akan beroperasi pada tahun 2019 mednatang, dan selebih pada 2024-2025.

Baca juga:
Menggugat Tata Kelola Pertambangan Batubara
Sekarang Ekspor, Tapi 20 Tahun Lagi Indonesia Impor Batubara
Pasokan Batubara untuk Proyek 35.000 MW Terancam Habis

Dengan kata lain, Jonan optimis pada tahun 2019 total pembangkit listrik sebanyak 20.000 MW sudah beroperasi. Tapi, untuk sampai 35.000 MW, Jonan tak bisa memastikan karena program tersebut bisa berjalan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional di atas 7 persen. Sial bagi pemerintah, dalam kurun waktu hamper 4 tahun, pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di angka 5 persen, yang sekaligus membuat ambisi pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW yang ditarget rampung pada 2019 pupus.

Baca Juga:  Maroko Selatan, Rumah Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Dunia

Pewarta: Gendon Wibisono
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler