Pembajakan Kapal Tanker Iran di Yunani Menunjukkan Bahwa AS Juga Negara Perompak

Pembajajakan Kapal Iran di Yunani Menunjukkan Bahwa AS Juga Negara Perompak
Pembajakan kapal tanker Iran di Yunani menunjukkan bahwa AS juga negara perompak.

NUSANTARANEWS.CO, Teheran – Pembajakan kapal tanker Iran. Baru-baru ini Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) merilis sebuah video yang menunjukkan sebuah operasi penangkapan dua kapal tanker minyak Yunani di Teluk Persia. Kedua kapal tanker minyak yang disita adalah Prudent Warrior dan Delta Poseidon di dekat kota pelabuhan Asaluyeh di selatan Iran dan di dekat pulau Hendorabi pada 27 Mei.

Semua awak kedua kapal Yunani tersebut dilaporkan dalam keadaan sehat dan dilindungi saat berada di kapal sesuai dengan hukum internasional dan diberikan layanan yang baik.

Langkah Iran ini dilakukan sebagai balasan penyitaan kapal tanker Iran ‘Pegas” yang berbendera Rusia oleh Yunani atas perintah Amerika Serikat (AS). Peristiwa ini telah memicu krisis diplomatik antara Athena dan Teheran.

Bukan hanya itu, kasus tunduknya Athena terhadap Washington juga membuka tabir bahwa “Otonomi Eropa” itu omong kosong seperti yang dinyatakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.

Selain itu, peristiwa ini juga semakin memperjelas bahwa AS itu bukan hanya negara perampok tapi juga perompak yang membenarkan pembajakan di abad 21. Betapa tidak bila Uncle Sam telah memerintahkan agar minyak tersebut ditransfer ke negaranya.

Selain itu, krisis diplomatik antara Athena dan Teheran, ditambah krisis dengan Moskwa, telah merusak kepentingan Yunani demi melayani kepentingan Washington.

Yunani lupa bahwa Iran tidak main-main dalam hal kedaulatan. Ingat ketika Marinir Inggris menyita kapal supertanker minyak Iran di dekat Gibraltar – Iran langsung membalas dengan menyita kapal-kapal Inggris pada 2019.

Demikian pula ketika ketika Komandan Korps Pengawal Revolusi Iran Qassem Soleimani dibunuh pada Januari 2020 – Iran langsung membombardier pangkalan militer AS dengan rudal-rudal jelajahnya.

Seorang jurnalis terkemuka Yunani Kotrotsos Serafeim mengatakan bahwa, “Ini sangat serius dan dapat berubah menjadi badai. Saat ini ada 17 kapal Yunani di Teluk Persia. Perusahaan besar Yunani ada di Iran. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun hubungan ini. Dibutuhkan kehati-hatian dan perhatian. Hanya kepentingan kita yang diperhitungkan,” tweetnya pada 27 Mei.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa pemerintahan Mitsotakis yang didukung oleh kaum borjuis dan liberal Yunani hanyalah agen-agen kepentingan AS. (Agus Setiawan)