Connect with us

Rubrika

Pelican Crossing Mendorong Pejalan Kaki Berdaulat Atas Mesin

Published

on

Pelican Crossing di Jepang (Ilustrasi)

Pelican Crossing di Jepang (Ilustrasi)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Upaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan pelican croosing (Pedestrian Light Control) patut mendapat apresiasi tinggi. Pasalnya penerapan pelican crossing mampu mendorong bagi para pejalan kaki berdaulat atas mesin atau robot.

Pelican croosing adalah sistem rambu lalu lintas berupa jalan penyebarangan yang ramah bagi para pejalan kaki. Sekilas mirip zebra cross. Namun menurut pengamat transportasi Djoko Setijowarno (26/7/2018) pelican croosing disebutnya tidak sama dengan zebra cross.

Hal ini dikarenakan pelican crossing memiliki lampu dan mampu mengeluarkan suara. Disediakannya tombol pada pelican crossing, memudahkan bagi para pejalan kaki menghentikan kendaraan yang sedang akan melintas.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Didi Ruswandi (27/1/2017) dikutip dari Detik.com mengatakan dengan adanya pelican crossing, para pengendara harus tunduk kepada lampu lalu lintas yang berada di kedua sisi ruas jalan. Sehingga, penyebrang harus terlebih dulu menekan tombol lampu lalu lintas.

Di negara negara maju, seperti Amerika, Inggris, Jepang, Jerman dan beberapa nagara maju lainnya, Pedestrian Light Control (pelican crossing) disebut sebagai sistem rambu rambu lalu lintas paling beradab. Hal ini dikarenakan orang atau pejalan kaki memiliki kontrol penuh atau berdaulat atas mesin kendaraan. Selain itu pelican crossing juga disebut sebagai bentuk memanusiakan manusia.

Itulah mengapa di semua negara negara maju tidak ditemui jembatan penyebarangan. Dikarenakan, selain karena jembatan penyeberangan dianggap sebagai sarana pejalan kaki yang purba dan tidak manusiawi, jembatan penyebrangan juga dinilai mengganggu pemandangan.

Pengamat transportasi publik Djoko Setijowarno dikutip dari Sindo (3/6/2015) misalnya mengatakan bahwa hampir semua jalan penyebarangan disebutnya tidak ramah terhadap penggunanya. Sebab, sudut kemiringan tangga yang terlalu tinggi menyulitkan warga, khususnya lansia dan kaum difabel. “Ini tidak manusiawi,” kata Djoko.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memasang pelican crossing di dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk menggantikan jembatan penyeberangan. Sebab jembatan penyebarangan dinilai mengganggu pemandangan ke Patung Selamat Datang.

Editor: Romadhon

Advertisement
Advertisement

Terpopuler