Connect with us

Ekonomi

Pelaku UMKM dan Koperasi Kaltara Bakal Terima 14 Jenis Pelatihan

Published

on

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau UMKM kain tenun khas NTT di Desa Silva Rahayu, Tanjung Palas Utara. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Humas Pemprov Kaltara)

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau UMKM kain tenun khas NTT di Desa Silva Rahayu, Tanjung Palas Utara. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Humas Pemprov Kaltara)

NUSANTARANEWS.CO, Tanjung Selor – Dalam upaya meningkatkan kapasitas para pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) berencana melakukan berbagai pelatihan dan pembinaan. Selama 2019 ini, direncanakan ada 14 jenis pelatihan yang akan diberikan.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyatakan, tahun ini akan menggelar 14 jenis pelatihan dan pembinaan bagi pelaku UMKM maupun koperasi di Kaltara.

Simak:

“Dari 14 jenis pelatihan itu, empat jenis pelatihan di Kabupaten Bulungan, 2 jenis pelatihan untuk kota Tarakan, dua pelatihan untuk Nunukan, dua pelatihan di Malinau, dan 2 jenis pelatihan untuk Kabuapten Tana Tidung, serta 2 jensi pelatihan pembekalan bagi tenaga pendamping,” urai Gubernur.

Dikatakan Irianto, tahun ini program pembinaan dan pelatihan bagi pelaku UMKM dan koperasi, dilaksanakan melalui Dana Alokasi Khsusus (DAK) sebesar Rp 2,9 miliar. Dengan target peserta sebanyak 720 orang, dan tenaga pendamping sebanyak 24 orang.

“Dengan jumlah yang ditargetkan harus semua pelaku UKM dan koperasi dapat diberi pelatihan dan pembinaan. Namun pelatihan dilaksanakan secara berkala atau per angkatan, karena seperti biasanya peserta pelatihan berjumlah minimal 25 hingga maksimal 40 tiap pelatihan. Sehingga efektifitas belajar itu lebih baik,” jelas Gubernur.

Irianto mengatakan, terkait pelaksanaan pelatihan tahun ini masih menunggu usulan dari kabupaten/kota. Utamanya menyangkut dengan jenis pelatihan itu. Pasalnya, jenis pelatihan dan pembinaan sesuai dengan kebutuhan usulan dari masing-masing di kabupaten/kota.

“Karena untuk jenisnya hanya kabupaten kota yang mengetahui kebutuhan pelatihan UKM-nya. Saat ini baru Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang mengusulkan jenis pelatihannya, yakni pelatihan manajemen koperasi dan pelatihan kemasan produk UKM. Sementara, untuk teknisnya nanti dari hasil usulan itu tinggal kita menyeleksi pelatihan mana yang akan diprioritaskan, sambil kita menunggu teknis kegiatannya,” ungkap Irianto.

Salah Satu Pelaku UMKM di Kaltara saat terima pelatihan dari Pemerintah Provinsi. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Istimewa)

Salah Satu Pelaku UMKM di Kaltara saat terima pelatihan dari Pemerintah Provinsi. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Istimewa)

Lebih jauh, dinyatakan Gubernur bahwa seperti tahun lalu ada sebelas jenis pelatihan dan pembinaan bagi para pelaku UKM dan koperasi di Kaltara yakni, lima jenis pelatihan koperasi dan enam jenis untuk pelatihan UKM termasuk vocational didalam UKM itu.

“Kalau tahun lalu jumlah peserta yang mengikuti pelatihan itu ditargetkan sebanyak 500 peserta, tenaga pendampingnya 43 orang. Alhamdulillah, dapat terealisasi semuanya,” kata Irianto.

Baca Juga:

“Untuk narasumbernya akan diambil dari kementerian koperasi, lembaga-lembaga sertifikasi koperasi, praktisi, dan Lembaga Pendidikan Koperasi. Sedangkan, untuk pelatihan UKM nya itu dari praktisinya, untuk tahun ini kita akan lihat dulu kebutuhan pelatihannya apa saja dari kabupaten kota,” tutup Gubernur. (aiyub/nn)

Editor: Achmad S.

Terpopuler