Connect with us

Ekonomi

Peduli Terhadap Karyawan, PT. Tanjung Odi Tetap Berikan Upah Meski Tidak Bekerja

Published

on

Peduli terhadap karyawan, PT. Tanjung Odi tetap berikan upah meski tidak bekerja

Peduli terhadap karyawan, PT. Tanjung Odi tetap berikan upah meski tidak bekerja. Foto: Suasana di pintu masuk PT. Tanjung Odi Sumenep Madura sebelum di tutup.

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Peduli terhadap karyawan, PT. Tanjung Odi tetap berikan upah meski tidak bekerja. Selama ditutup dalam sepekan ini, pihak perusahaan tetap memberikan upah meski tidak bekerja.

Salah seorang karyawan bernama Suwarna asal Desa Jaddung Kecamatan Pragaan mengaku lega, karena perusahaan tetap memberikan upah meski sudah tidak berkerja sejak hari rabu kemarin.

Suwarna mengatakan selama pabrik ditutup karena ada karyawan yang positif Covid-19, ia mengaku sangat kehilangan pekerjaannya. Diakui olehnya bahwa bekerja di perusahaan rokok tersebut dapat memperbaiki ekonomi keluarganya. Meski saat ini tetap mendapatkan upah dari perusahaan selama di tutup, akan tetapi ia tetap merasa kehilangan pekerjaannya.

“Bagi saya tetap lebih enak masuk kerja karena bisa mendapatkan uang lembur sebagai tambahan pendapatan,” tuturnya saat ditemui pewarta, Senin (29/6).

Karyawan bagian linting ini menambahkan, selama tidak masuk kerja, waktunya ia habiskan untuk bertani. Hal itu lakukan untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

”Kalau seperti saya, masih bisa bertani. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak punya penghasilan lain, tentu kebingungan,” ucapnya dengan tatapan sedih.

Suwarna mengaku mendapat upah mingguan dengan waktu kerja tujuh jam setiap hari. Bayarannya Rp 450.000 plus peluang mendapatkan uang lembur. Kalau lembur di hari libur seperti hari Minggu, bayarannya bisa menjadi dua kali lipat tergantung jam kerja.

Ibu dua anak ini menghitung, selama 14 hari ke depan penghasilan dirinya dan karyawan lain turun drastis, karena sudah tidak lagi bekerja. Kebanyakan dari mereka kembali menjadi ibu rumah tangga dan harus memutar otak untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Karena itu, ia sangat berharap aktivitas pabrik bisa segera dibuka kembali seperti biasa.

Baca Juga:  Berkas Sudah P21, Penyuap Jaksa Kejati Jabar Segera Jalani Persidangan

Selama masa pandemi, ia mengaku tempat kerjanya sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. Selain pengecekan kesehatan di pintu masuk, meja kerja tempat melinting rokok yang biasanya diisi empat orang dipisah menjadi hanya dua orang.

”Itu pun berjarak. Bahkan, di kantin pabrik pun kami diminta untuk selalu menjaga jarak,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Pabrik PT Tanjung Odi Riski Komari menyatakan, seluruh karyawan pabrik – baik yang borongan maupun bulanan – sudah menerima haknya. Untuk karyawan borongan, mereka menerima upah setiap hari Jumat.

”Gaji sudah kami transfer ke seluruh rekening karyawan Jumat (26/6) kemarin,” tegas Riski. (mh)

Loading...

Terpopuler