Connect with us

Kesehatan

Peduli Masyarakat, TPK IASMA Negeri Satu Bukititnggi Gelar Operasi Katarak Gratis

Published

on

Peserta Operasi Katarak Gratis (OKG) yang digelar TPK IASMA di aula SMA Negeri 1 Bukittinggi/Foto via MinangTerkini

Peserta Operasi Katarak Gratis (OKG) yang digelar TPK IASMA di aula SMA Negeri 1 Bukittinggi/Foto via MinangTerkini

NUSANTARANEWS.CO – Pembina Tim Peduli Kemanusiaan Ikatan Alumni SMA (TPK IASMA) Negeri 1 Bukittinggi, Mazni Harun mengatakan Operasi Katarak Gratis (OKG) yang digelar di aula SMA Negeri 1 Bukittinggi, Sabtu (20/8) kemarin merupakan wadah bagi seluruh alumni SMA 1 Bukit Tinggi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan. Menurutnya, OKG ini telah berjalan tujuh kali dan ditargetkan dari tahun ke tahun dapat berjalan secara maksimal guna membantu masyarakat.

Sekadar informasi, sedikitnya 90 calon peserta dari kalangan masyarakat mengikuti OGK yang diadakan TPK IASMA Negeri 1 Bukit Tinggi, dan bekerjasama dengan Parsatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Sumatera Barat serta Rumah Sakit Ibnu Sina (Yarsi) Bukittinggi. Kegiatan OKG berlangsung selama dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 19-20 Agustus kemarin, sementara tahap kedua akan dilaksanakan pada 27-28 Agustus 2016 mendatang, bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung, seperti dikatakan Ketua Pelaksana OKG, Ulya Maksum.

Ulya menuturkan, dari 90 calon peserta OKG, setelah diperiksa kesehatan dan pengecekan bola mata, 39 orang memenuhi ketentuan untuk dilakukan operasi, 29 orang masuk kategori katarak. “Dan 10 lainnya menderita pterygium atau mata berlemak,” ungkap Ulya.

Sementara sisanya yang gagal mengikuti OKG ini karena calon pasien mengalami darah tinggi, hemoglobin darah rendah, penderita diabetes, serta katarak imatur sehingga belum bisa dioperasi.

Bupati Agam Indra Catri, yang notabene juga alumni SMA Negeri 1 Bukitinggi, angkatan 79, mengatakan bangga dengan semangat para alumni yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran dan waktu untuk mengadakan kegiatan OKG ini.

Baca Juga:  Gelar Konsolidasi, BM PAN Jatim Bidik Milenial Supaya Tak Gagap Politik

“Sebagai almamater, saya sangat bangga dengan semangat para alumni yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan waktu, serta dari kegiatan yang digelar sebelumnya terbukti sangat membantu masyarakat terutama bagi penderita katarak secara umum di Sumatera Barat khusus nya di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi,” papar Bupati.

Demikian pula halnya Sekteratis Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova mengapresiasi kegiatan OKG yang merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan alumni TPK IASMA) Negeri 1 Bukittinggi.

Kata dia, dari tahun ke tahun kegiatan OKG telah berjalan secara maksimal. “Dan untuk tahun ini dilihat dari segi persiapan telah lebih matang, terutama panitia yang telah bekerja secara sungguh-sungguh demi mendahulukan kepentingan orang banyak, dan diharapkan ke depan lebih meningkat lagi,” ucap Yuen.

OKG bukanlah satu-satunya program TPK IASMA Negeri 1 Bukittinggi di bidang kemanusiaan. Progam lain juga yang terlaksanakan ialah beasiswa bagi alumni yang masih duduk di bangku sekolah maupun yang sedang kuliah, kata Ketua IASMA 1 Bukittinggi Pusat, Hasnul.

“Panitia telah melaksanakan bertugas dengan sebaik mungkin, dan antusias peserta dan keluarga pasien juga terlihat, dengan maksimalnya pelayanan yang diberikan dari pihak Rumah Sakit, dan ke depan alumni akan terus menggelar operasi katarak ini,” terang Hasnul.

Kegiatan OKG ini sangat diminati masyarakat. Terbukti, setiap tahun terjadi peningkatan jumlah pasien. Tahun 2010 lalu, pasien yang mengikuti OKG sebanyak 38 orang. Tahun 2011 naik menjadi 41 orang. Pada tahun 2012 melonjak menjadi 96 orang. Tahun 2013, meningkat menjadi 129 orang. Tahun 2014 turun menjadi 120 orang, dan setahun sesudahnya sedikit menurun menjadi 104 orang. Penurunan itu terjadi mengingat dari 300 pasien yang mendaftar, banyak terkendala kesehatan yang tidak memungkinkan. Demikian data dari Panitia OKG.

Baca Juga:  Sejumlah Indikator Ini Menunjukkan Ekonomi Indonesia Kritis

Namun demikian, dari data tersebut dapat diketahui bahwa minat masyarakat untuk mengikuti OKG masih cukup tinggi. (eriec dieda)

Loading...

Terpopuler