Pedagang Demo Tolak Relokasi Pasar Induk Bojonegoro, Surawi: Saatnya Duduk Bersama

Pedagang Demo Tolak Relokasi Pasar Induk Bojonegoro, Surawi: Saatnya Duduk Bersama
Pedagang demo tolak relokasi Pasar Induk Bojonegoro, Surawi: Saatnya duduk bersama/Foto: Politisi Demokrat asal Bojonegoro Surawi minta pedagang, Pemkab dan DPRD kabupaten duduk bersama untuk menyelesaikan masalah relokasi pasar.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Politisi Demokrat asal Bojonegoro Surawi minta untuk menyelesaikan masalah relokasi pasar induk Bojonegoro harus dilakukan duduk bersama antara pedagang, Pemkab dan DPRD kabupaten setempat.

Sekedar diketahui, pedagang di pasar Induk Bojonegoro melakukan aksi untuk menolak relokasi. Pasalnya pedagang menilai Pemda dalam hal ini bupati tidak terlebih dahulu berkomunikasi dengan pedagang untuk melakukan relokasi.

“Saya berharap sangat diselesaikan dengan musyawarah dengan mengutarakan apa yang diinginkan masing-masing. Kita punya budaya timur yang mengutamakan musyawarah, jangan sampai terjadi konflik,” jelas tokoh berpengaruh di Bojonegoro ini, Rabu (5/1).

Diungkapkan olehnya, jumlah pedagang di pasar induk Bojonegoro ada 1250 pedagang yang sudah menempati pasar induk Bojonegoro puluhan tahun dan memiliki kios-kios tersebut dengan sah yaitu dengan membeli kios-kiosnya.

“Tidak sewa, tapi membeli. Lebih baik untuk agar suasana tetap kondusif, saya minta sekali lagi diselesaikan dengan musyarawarah. Gak usah konflik, apalagi saat ini kondisi perekonomian lagi tak baik,” jelasnya.

Ratusan pedagang pasar Induk Bojonegoro, senin (3/1) melakukan aksi menolak relokasi pasar Induk Bojonegoro. Mereka menolak direlokasi karena Pemkab Bojonegoro akan menggunakannya sebagai Ruang Taman Lahan Hijau (RTLH). (setya)