Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. Foto Fadhilah/Nusantaranews
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. Foto Restu Fadhilah/Nusantaranews

NusantaraNews.co, Jakarta – Ketua DPP PDI P, Andreas Hugo Pareira mengomentari masuknya nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai figur yang tepat untuk mendampingi Jokowi sebagai Calon Wakil Presiden pada Pemilu 2019.

“Masih terlalu jauh untuk bilang siapa yang pas. Apalagi figur-figur ini adalah ada di lingkar kerja pak Jokowi,” ungkap Andreas, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Andreas meminta kepada publik untuk tidak terlalu dini membuat opini tentang siapa calon Wapresnya Jokowi. Karena hal tersebut dapat mengganggu kinerja dari presiden Jokowi.

“Agar suasana kerja kabinet, kinerja pemerintahan berjalan baik, sebaiknya tidak berpikir dulu ke publik siapa calon Wapres,” katanya.

Andreas melanjutkan opini tentang Wapresnya Jokowi akan menimbulkan bayang-bayang yang dapat menjatuhkan figur Jokowi.

“Karena akan menimbulkan ada Wapres bayangan. Yang bisa jadi mengangkat, tapi juga bisa menjatuhkan kinerja figur yang bersangkutan,” katanya.

Anggota Komisi III DPR itu membantah pernyataan Fadli yang mengatakan rakyat butuh presiden baru.

“Survei itu juga bilang hanya 34,2 persen warga minta Jokowi jadi Presiden lagi. Kata Fadli itu artinya rakyat butuh presiden baru, gimana?,” tanyanya.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Ach. Sulaiman

Komentar