Connect with us

Hukum

PDIP Imbau Polisi Waspadai Kehadiran ISIS di Sidang Ahok

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto/Foto screenshot Youtube/Eriec Dieda
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Darmadi Durianto. Foto/Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Darmadi Durianto, meminta kepada aparat kepolisian agar melakukan pengamanan secara ekstra pada saat persidangan lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Non Aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Kita takutkan adanya penyusup dari kelompok teroris ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang akan meneror sidang Ahok nanti. Jadi kita imbau agar aparat kepolisian melakukan pengamanan jalannya sidang dengan ekstra ketat,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI itu, sangat penting pihak aparat melakukan pengamanan ekstra ketat mengingat ancaman teroris ISIS bukanlah isapan jempol belaka.

“Beberapa pejabat tinggi negara ini kan seringkali mengingatkan akan bahaya teroris ISIS masuk ke Indonesia. Pak Panglima TNI kan dalam beberapa kesempatan pernah menyatakan bahwa ancaman ISIS patut diwaspadai. Bahkan Panglima TNI kan juga bilang kalau ISIS sudah masuk dan berada di Filipina Selatan,” ungkap Darmadi.

Untuk itu, Darmadi yang juga menjabat sebagai Bendahara Megawati Institute itu mengatakan, sebelum sidang lanjutan Ahok digelar, maka alangkah baiknya jika semua aparat keamanan melakukan deteksi dini guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Semua aparat keamanan sebaiknya mengerahkan segala sumber yang dimiliki untuk menetralisir adanya kemungkinan yang tidak kita harapkan dalam sidang lanjutan Ahok nanti, terutama ancaman teroris ISIS,” katanya mengingatkan.

Sekadar informasi, terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok akan menjalani sidang lanjutan pada (20/12/2016) pekan depan. Setelah sebelumnya, Ahok sudah menjalani sidang perdananya pada hari Selasa (13/12/16) lalu. (Deni)

Loading...

Terpopuler