Connect with us

Politik

PDIP Dinilai Berpotensi Patahkan Kutukan Juara Bertahan

Published

on

Gedung DPP PDIP/Foto Selendang/Nusantaranews

Gedung DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (Foto: dok. NUSANTARANEWS)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai memiliki potensi untuk mematahkan kutukan juara bertahan dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia.

Hal itu dikatakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang merilis ahsil surveinya bertajuk Berubahnya Dukungan Partai Politik Menjelang 2019.

Survei LSI ini dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 menggunakan metode multistage random sampling, jumlah responden 1200 dengan margin of error sekitar 2.9%.

“PDIP berpotensi menjadi partai pertama memenangi Pemilu dua kali berturut-turut di era reformasi,” katanya.

Pernyataan tersebut didasarkan pada hasil survei LSI yang menunjukkan tingkat keterpilihan PDIP sebesar 24,8% dari 16 parpol peserta pemilu 2019.

Posisi kedua ditempati Partai Gerindra dengan 13,1%. Golkar 11.3% dan PKB 6,7%.

Selain itu, LSI juga menyebut Gerindra berpotensi menjadi partai pertama yang runner-up di luar PDIP dan Golkar.

“Golkar terancam hanya menjadi partai papan tengah,” kata LSI.

Dengan kata lain, Golkar terancam tidak masuk dua besar untuk pertama kalinya dalam pemilu karena hanya memiliki tingkat keterpilihan sebesar 11,3%.

Adapun alasan terjadinya perubahan tersebut, kata LSI, karena Pilpres dan Pileg 2019 menguntungkan partai utama yang mempunyai calon presiden.

“PDIP terasosiasi dengan Jokowi. Gerindra masih terasosiasi dengan Parabowo Subianto. Dua partai ini (PDIP dan Gerindra) menikmati efek pemilu serentak dibandingkan partai-partai lainnya,” katanya.

Sementara itu, problem Golkar ialah selain fakta bahwa tidak ada kader Golkar yang menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2019, warisan kasus Setya Novanto dan kasus korupsi baru (Idrus Marham, red) dinilai mempunyai efek elektoral negatif yang signifikan. (eda/bya)

Editor: Alya Karen

Advertisement

Terpopuler