Connect with us

Hukum

PDI Perjuangan Ogah Ikut Golkar Tarik Diri dari Pansus Hak Angket

Published

on

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakpus, Jumat (19/8)/Foto: Eriec Dieda/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan tidak akan terpengaruh dengam rencana Partai Golkar menarik diri dari pansus hak angket KPK. Menurutnya, PDI Perjuangan akan tetap mendukung langkah pansus angket tersebut untuk memperbaiki kinerja lembaga anti-rasuah.

“PDIP dukung angket disertai dengan upaya untuk bersama-sama perbaiki institusi yang penting tersebut, bukan pembubaran, untuk lakukan evaluasi,” ungkap Hasto di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Hasto mengatakan, maraknya aksi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK justru tampak tak memberikan efek jera. “Berarti ada satu persoalan di situ,” katanya. Lagi pula, lanjutnya, partai juga sudah menerapkan sanksi tegas dengan pemecatan seketika jika didapati kader parpol terjerat dan terbukti korupsi.

Hasto menilai perlu adanya evaluasi kinerja KPK. Menurutnya, ada oknum KPK yang terima pesanan dari orang luar untuk membidik orang-orang tertentu.

“Di masa lalu, dalam kewenangan besar, kami kan nggak menutup mata di mana KPK itu ada oknum yang terafiliasi kepentingan politik di luar. Bukti-bukti di praperadilan, bagaimana sprindik keluar, proses dan bukti yang dikumpulkan ternyata nggak kuat sebagai bukti otentik. Ini menunjukkan perlu ada evaluasi,” imbuhnya.

Hasto mengaku dirinya telah memanggil ketua fraksi PDI Perjuangan untuk minta penjelasan mengenai angket KPK.

“Kami sudah minta klarifikasi ketua fraksi, tujuan pansus angket bagian dari check and balances, sebagai proses evaluasi hal mana yang kurang untuk diperbaiki, karena setelah reformasi, semua institusi termasuk partai politik berbenah diri,” pungkasnya.

Reporter: Syaefuddin Al Ayubbi/NusantarNews

Loading...

Terpopuler