Connect with us

Politik

PBNU Ancam Tak Ikuti Aturan Sekolah Lima Hari

Published

on

Said Aqil Siradj bersama Anggota PBNU/Foto Romandhon/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menyikapi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi terkait Full Day School, warga Nahdliyin mencapai klimaks. Beberapa waktu lalu, PBNU telah mengeluarkan surat intruksi kepada seluruh jajaaran pengurus NU dari Wilayah sampai ke ranting untuk demo menolak kebijakan Sekolah Lima Hari.

Kalo NU dan pesantrennya terbukti nyata, berhasil membangun karakter bangsa ini,” kata Ketum PBNU, Said Aqil Siradj, Kamis malam (10/8/2017).

“Kiyai-kiyai pesantren NU tidak ada yang ngajarin berkhianat, bohong, manipulasi, semua kiyai-kiyai pesantren NU pasti ngajarin solid akur gotong rotong, solidaritas, dan toleran, gak ada kiyai-kiyai ngajarin ngebom. Ngajari anti pancasila, narkoba, tawuran gak ada,” sambungnya.

Kiai Said mengancam jika pemerintah tidak segera mencabut kebijakan Sekolah Lima Hari, PBNU akan mengambil sikap untuk tidak mengikuti aturan dari pemerintah.

“Kita nggak ikut aturan itu,” katanya.

Sebelumnya Wakil Sekjend PKB, Imanulhaq mengatakan jika pemerintah tidak segera mencabut Kebijakan Sekolah Lima hari, PKB mengancam untuk mencabut dukungan terhadap Jokowi pada pilpres 2019.

Sementara itu Kiyai Said tidak mau mengkaitkan persoalan kebijakan sekolah lima hari ini dengan dukungan terhadap Jokowi pada pilpres 2019.

“NU bukan masalah dukung mendukung, bukan masalah politik bukan, masalahnya madrasah itu kalo digusur maka ada masalah yang hilang dari islam nusantara yaitu ajaran-ajaran yang selama ini oleh anak telah diterima dari guru-guru tentang cium tangan orang tua, guru, kiyai, hormat terhadap kiyai,” pungkasnya.

Pewarta: Ucok Al Ayubbi
Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler