Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Pasukan Keamanan Suriah Gelar Operasi Khusus Anti Teroris

Pasukan keamanan Suriah gelar Operasi Khusus Anti Teroris
Pasukan keamanan Suriah gelar Operasi Khusus Anti Teroris/Foto: Tasnim Neews.

NUSANTARANEWS.CO, Damaskus – Kantor berita Suriah SANA melaporkan bahwa pasukan pemerintah berhasil menggagalkan serangan kelompok teroris di provinsi Idlib di bagian barat laut negara itu pada hari Rabu (10/8). Dilaporkan pula bahwa sebagian besar pasukan teroris itu tewas dan terluka.

Laporan itu menyebutkan bahwa kelompok teroris dari warga asing itu memasuki kota Jobas di pedesaan timur Idlib menyusup dari wilayah Nayrab.

Sejauh ini, Pemerintah Suriah telah menggelar operasi khusus untuk menumpas kelompok-kelompok teroris terutama sel-sel ISIS yang mulai aktif sejak berlangsungnya operasi militer khusus Rusia di Ukraina.

Menurut sumber militer kepada SANA, seorang teroris yang tewas dengan meledakkan diri di kota Adwan di pedesaan Daraa diidentifikasi bernama Abu Salem al-Iraqi yang berafiliasi dengan ISIS.

Semetnara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat mengatakan bahwa lebih dari 600 kerabat teroris ISIS telah dipindahkan dari kamp al-Hawl di provinsi Hasakah di timur laut Suriah ke Irak.

Baca Juga:  Deddy Sitorus: Perbatasan Bukan Lagi Halaman Belakang Tapi Garda Terdepan Indonesia

Laporan itu menyebutkan bahwa pasukan Kurdi telah menyerahkan sekitar “620 orang yang semuanya adalah kerabat anggota ISIS kepada pemerintah Irak.

Pria, wanita, dan anak-anak yang berasal dari 150 keluarga itu meninggalkan kamp pada hari Kamis – sebuah kamp terkenal di pinggiran selatan kota al-Hawl di provinsi Hasakah yang kaya energi yang diduduki pasukan AS – dimana para pengungsi dan keluarga teroris ISIS tinggal di sana.

Menurut PBB, kamp ini menampung sekitar 55.000 orang.

Sementara itu, kelompok perlawanan anti-teroris Irak telah berulang kali memperingatkan Baghdad bahwa sisa-sisa ISIS yang masih aktif di timur Suriah yang diduduki AS dapat membuka akses tanpa hambatan ke perbatasan Irak dan menyusup ke Provinsi Anbar barat.

Seorang legislator Irak pada bulan April juga telah memperingatkan bahwa kembalinya teroris ISIS dan keluarga mereka dari kamp al-Hawl dapat meningkatkan ancaman terorisme di negara Arab. (Banyu)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

No Content Available