Paprika/Foto via thealthbenefitsof/Nusantaranews
Paprika/Foto via thealthbenefitsof/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Berdasarkan ukuran buah, paprika dibedakan menjadi empat, yakni kecil (diameter 6,5—8 cm, bobot buah 120—160 gram), sedang (diameter buah 7,5—9,5 cm, bobot buah 160—200 gram), besar (diameter buah 9—11 cm, bobot buah 200—250 gram), dan sangat besar (diameter buah > 11 cm, bobot buah > 250 gram). Sedangkan menurut warnanya, paprika dibagi menjadi empat jenis, yakni merah, hijau, kuning, dan oranye. Dari keempat jenis paprika ini, paprika merah mempunyai kandungan gizi tertinggi.

Paprika mengandung banyak karoten dan sumber vitamin C. Bahkan, kandungan vitamin C pada paprika jauh lebih tinggi daripada vitamin C pada buah jeruk. Namun demikian, paprika memang mengandung sedikit protein, lemak, dan gula. Tak pelak, karena kandungan gizinya yang cukup tinggi, paprika termasuk jenis sayuran yang memiliki segudang manfaat.

Vitamin C yang dikandung paprika, terutama paprika merah sebagian besar terkonsentrasi pada bagian dekat kulit. Vitamin C sendiri dikenal karena manfaatnya sebagai antioksidan yang berperan dalam melawan radikal bebas. Paprika juga mengandung vitamin A yang cukup tinggi. Betakaroten dalam vitamin A pun terbukti memiliki peranan penting dalam mencerdaskan otak.

Paprika juga kaya akan vitamin A dan betakaroten. Vitamin A sangat diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit mata, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, reproduksi, serta menjaga kesehatan kulit. Sementara betakaroten adalah jenis antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi konsentrasi radikal peroksil.

Kemampuan betakaroten bekerja sebagal antioksidan berasal dari kesanggupannya menstabilkan radikal berinti karbon. Karena betakaroten efektif pada konsentrasi rendah oksigen, betakaroten dapat melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi tinggi oksigen.

Lebih jauh, paprika juga mengandung vitamin B6. Konon kandungan vitamin B6 pada paprika termasuk kategori excellent. Hal itu disebabkan paprika mengandung vitamin B6 dengan tingkat densitas tinggi.Vitamin B6 penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah. Sebagian besar kandungan betakaroten paprika terkonsentrasi pada bagian di dekat kulit. Semakin tua warna paprika, betakaroten di dalamnya semakin banyak.

Pewarta/Editor: Romandhon

Komentar