Connect with us

Hukum

Pansel KPK Diminta Akomodir Kader dari Indonesia Timur

Published

on

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto Dok. Nusantaranews/Restu Fadilah)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto Dok. Nusantaranews/Restu Fadilah)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pansel KPK (Panitia Seleksi calon pimipinan Komisi Pemberantasan Korupsi) diminta mengakomodir kader dari Indonesia Timur. Pasalnya selama ini sangat jarang pimpinan KPK yang berasal dari Indonesia Timur.

“Sejak KPK periode pertama sampai dengan periode keempat sekarang, umumnya didominasi oleh mereka yang berasal dari wilayah barat Indonesia, khusunya Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Untuk itu, pimpinan KPK ke depan, personilnya perlu dibuat perimbangan antara wilayah timur, tengah dan barat Indonesia,“ ujar wartawan senior asal Indonesia timur Kisman Latumakulita di Jakarta Senin (8/7/2019)

Kisman menambahkan, baik Pansel KPK maupun Komisi III DPR, sebaiknya mengakomodir dua sampai tiga orang dari wilayah timur dan tengah Indonesia untuk menjadi pimpinan KPK.

Baca Juga: Terjadi Resistensi di Tubuh KPK

Disebutkan Kisman, KPK periode pertama seratus persen berasal dari pulau Jawa dan Sumatera. Sebagai Ketua Taufiequrachman Ruki, dengan Wakil Ketua Amin Sunaryadi, Erry Riyana Hardjapamekas, Tumpak Hatorangan Panggabean dan Sjahruddin Rasul. Sedangkan KPK periode kedua Anatasari Azhar sebagai ketua, dengan Wakil Kertua Bibit Samad Rianto, Mochammad Jasin, Chandra Hamzah dan Haryono Umar.

Loading...

Pimpinan KPK periode kedua juga seratus persen berasal dari pulau Jawa dan Sumatera. Sedangkan pimpinan KPK periode ketiga adalah Abraham Samad sebagai Ketua KPK, dengan Wakil Ketua Bambang Widjojanto, Zulkarnain, Adanan Pandu Praja dan Muhammad Busyro Muqoddas. Selain Abraham Samad yang berasal dari Sulawesi Selatan, semua pimpinan KPK periode ketiga berasal dari pulau Jawa dan Sumatera

Sedangkan pimpinan KPK periode keempat sekarang, tampil sebagai Ketua adalah Agus Rahardjo, dengan Wakil Ketua Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saud Situmorang dan La Ode Muhammad Syarif. Selain La Ode Muhammad Syarif yang berasal dari Sulawesi Tenggara, semua pimpinan KPK periode keempat ini berasal dari pulau Jawa dan Sumatera. Bahkan dua diantaranya berasal dari Sumatera Utara

Baca Juga:  KPK Periksa Pejabat Agung Podomoro Land, Lourino Rosiana Ngadil

“Dilihat dari asal daerah para pendaftar, hampir 90% didominasi oleh mereka yang berasal dari wilayah Indonesia barat, terutama Pulau Jawa dan Sumatera. Hanya sekitar 10% yang berasal dari wilayah Indonesia Tengah dan Timur. Dengan demikian, diperlukan komitmen politik yang kuat dan sungguh-sungguh dari Ponsel KPK dan Komisi III DPR untuk meloloskan wakil dari wilayah timur dan tengah Indonesia, sepanjang memenuhi syarat dan kemampuan individu untuk menjadi pimpinan KPK,” jelasnya.

Sebagai informasi Pansel KPK telah menutup pendaftaran bagi calon-calon komisioner pimpinan KPK Kamis sore, 5 Juli 2019, pukul 16.00. Tercatat sebanyak 348 orang yang mendaftarkan diri secara manual. Dari jumlah tersebut, belum teremasuk yang mendaftarkan diri melalui email.

Dari profil mereka yang mendaftar, tampak calon komisioner KPK berasal dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu. Ada yang dari perwira tinggi Mabes Polri, pejabat eselon dua di Kejaksaan Agung, perwira Tinggi TNI, dan hakim tinggi yang aktif. Selain itu, ada juga kalangan advokat, aktivis kemanusiaan, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan akademisi. Dari internal KPK, ikut mendaftar komisioner KPK yang masih aktif, serta dari kalangan pegawai KPK

Pewarta: Romandhon

Loading...

Terpopuler