Connect with us

Hankam

Panglima TNI: Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Harus Selalu Siap Setiap Saat

Published

on

Latihan Pemantapan Raider Pasukan Pemukul Brigade Infantri 19/Khatulistiwa. Foto: Dok. Antara

NUSANTARANEWS.CO, Malang – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) harus selalu siap setiap saat digerakkan ke berbagai wilayah NKRI. Sebab, katanya, tantangan tugas TNI ke depan semakin berat dan tidak ringan, terutama terkait dinamika dan fenomena global yang menghadirkan berbagai bentuk ancaman bagi kedaulatan Indonesia.

Hal itu disampaikan Panglima TNI saat memimpin upcara Alih Kodal PPRC TNI di Taxy Way Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur (23/2).

Sebelumnya Kodal PPRC TNI dipimpin Panglima DIvisi Infanteri 1 Kostrad Mayjen TNI Ainurrohman. Kini, tongkat komando sudah diserahkan kepada Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi.

Baca juga:
Tentara Laut Indonesia Tengah Persiapkan Pembangunan Tiga Kapal Selam
Analis Atusista: MEF Jilid II, Tumpuan Harapan Peningkatan Kekuatan TNI
Alutsista Angkatan Udara Dinilai Belum Sesuai Kebutuhan
180 Uni Pesawat Tempur Diprediksi Terkumpul di MEF Ketiga
Ini 11 Visi dan Misi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Panglima TNI mengingatkan, PPRC TNI harus mengikuti terus setiap perkembangan situasi supaya dapat mempersiapkan langkah antisipasi cepat dan tepat. “Jaga pelihara dan kuatkan Jiwa Korsa Prajurit PPRC TNI baik dalam hubungan perorangan maupun satuan dalam mendukung kesiapsiagaan dan mobilitas yang tinggi,” ujar Panglima TNI dikutip Puspen TNI.

“PPRC TNI bertugas untuk melaksanakan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman nyata yang terjadi dalam rangka menangkal, menindak awal dan menghancurkan kekuatan musuh yang mengancam NKRI,” katanya.

PPRC TNI adalah komando tugas gabungan TNI yang dibentuk secara khusus. Kedudukannya langsung di bawah Panglima TNI. Sehingga, katanya, PPRC TNI dalam bertugas harus cepat dan tepat dalam rangka menangkal, menindak awal dan menghancurkan kekuatan musuh, terutama yang mengancam NKRI.

Baca Juga:  AS Diminta Klarifikasi Soal Pencekalan Terhadap Panglima TNI Gatot Nurmantyo

“Tugas PPRC TNI mempunyai pedoman yang sangat melekat yaitu cepat dalam melaksanakan manuver atau gerakan tepat dalam menuju sasaran strategis dan wilayah tertentu serta singkat dalam proses dan waktu yang dibutuhkan. Pelihara kesiapan Alutsista yang dimiliki, sehingga setiap saat siap memberikan daya dukung yang optimal terhadap berbagai tugas strategis yang diberikan kepada PPRC TNI,” terangnya.

Terlepas dari itu, usai upacara Alih Kodal PPRC TNI, Marsekal Hadi mengatakan kepada media bahwa rencana strategis (Renstra) kedua TNI tahun 2014-2019 adalah membangun kekuatan TNI. Rencananya, akan dibentuk Markas Komando TNI DIvisi Infanteri 3 Kostrad, Markas Komando Pasmar 3 Korps Marinir dan Markas Komando Operasi Angkatan Udara (Makoopsau) 3 di Papua Barat. Ini sesuai dengan target Minimum Essential Force (MEF). “Semua kesatuan baru ini untuk memitigasi berbagai ancaman dan akan kita konsentrasikan untuk operasional di wilayah timur Indonesia,” kata Panglima. (red)

Editor: Eriec Dida

Loading...

Terpopuler