Anggota Komisi I DPR RI, Hanafi Rais (Foto: Ucok A/Nusantaranews.co)
Anggota Komisi I DPR RI, Hanafi Rais (Foto: Ucok A/Nusantaranews.co)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Komisi I DPR RI, telah menyetujui usulan Presiden Jokowi terkait dengan calon pengganti Panglima TNI Gatot Nurmatyo. Sebagaimana telah diketahui, Presiden Jokowi telah mengusulkan nama Kepala Satuan Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI.

Anggota Komisi I DPR RI, Hanafi Rais menerangkan penunjukan Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto oleh presiden sudah sangat tepat. Mengingat waktu pensiun Marsekal Hadi yang masih cukup lama.

“Pak Kasau ini STNK-nya masih panjang sampai 4 tahun dalam berkarir di TNI. Sampai usia pensiun yang seharusnya. Jadi kita pikir ini usulan yang memang sudah tepat,” ungkap Hanafi usai melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Panglima TNI di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

“Bagi Fraksi PAN istilahnya pak Kasau sebagai panglima dalam waktu dekat ini the right man on the right place ya, on the rigt time, karena memang sudah waktunya untuk pergantian panglima,”imbuhnya

Hanafi melanjutkan tidak ada catatan buruk soal calon Panglima TNI, hanya saja DPR menekankan tentang pentingnya netralitas TNI menjelang tahun politik di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Catatan kusus yang sifatanya negatif sama sekali tidak ada, hanya catatan umum bahwa pertama mengharapkan supaya panglima baru bisa menjamin netralitas TNI terutama kaitannya dengan tahun politik 2 tahun kedepan ini sebagai bentuk menjaga profesionalitas TNI. Karena nilai profesionalisme inilah yang selama ini kita jaga betul. Karena ini buah dari lahirnya reformasi 19 tahun yang lalu,” terangnya.

Selain itu, Hanafi juga menerangkan tentang Panglima TNI baru harus mampu melakukan modernisasi alutsista untuk menjaga wilayah pertahanan udara dan laut.

“Panglima baru ini bisa melakukan modernisasi alutsista terkait yerutama pada penambahan keunggulan udara dan laut. Karena ini menjadi misi pemerintah sekarang menjadi poros maritim ya tentu kemudian indikator yang mudah adalah penambahan keunggulan di pertahanan udata dan laut. Ini tentunya kan kita lihat komitment panglima yang baru ini. Itu duanhal yang selalu muncul tadi,” pungkasnya.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Romandhon

Komentar