Connect with us

Politik

Pandangan Jokowi Soal Terorisme Dianggap Konprehensif

Published

on

Jokowi dan KH Ma'ruf Amin (Foto Istimewa)

Jokowi dan KH Ma’ruf Amin (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mencermati hasil debat pertama dengan tema Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golongan Karya (Golkar), Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi menganggap sosok calon presiden nomor urut 01, Jokowi memiliki pandangan konprehensif soal terorisme.

Meski menurutnya, sosok mantan Walikota Solo itu secara pengalaman menangani kasus teror masih kalah dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, namun kata dia, sejumlah pandangan yang dipaparkan saat debat di Hotel Bidakara, pada Kamis (17/1) lalu disebutnya konprehensif.

“Bisa jadi Pak Jokowi tidak punya pengalaman teknis di dalam masalah anti teror, tapi beliau memiliki pandangan yang konprehensif terkait kebijakan kebijakan. Termasuk juga deradikalisasi yang berulang ulang ditekankan KH Ma’ruf Amin,” kata TGB seusai debat berlangsung.

“Saya pikir komprehensif disampaikan oleh pasangan calon nomor satu,” sambungnya.

Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu menjelaskan tidak semua masalah radikalsme terorisme selalu berurusan dengan masalah ekonomi. Meski dalam sjumlah kasus, radikalisme kerap ditengarai masalah sulitnya ekonomi.

“Saya pikir apa yang disampaikan Bapak Cawapres KH Ma’ruf Amin memperkuat apa yang disampaikan Bapak Jokowi bahwa penanganan radikalisme terorisme harus konprehensif pencegahan dan penindakannya,” ungkpanya.

Dirinya mengaku penampilan paslon 01, disebut cukup memberikan kejutan. Mengingat sedari awal pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin banyak diragukan dalam debat capres-cawapres 2019.

“Saya pikir kita surpise bahwa pak Jokowi termasuk Ma’ruf Amin semula diragukan oleh sebagian pihak ternyata mampu tampil dengan meyakinkan,” jelasnya.

TGB melihat bahwa pendekatan Jokowi sebagai pendekatan institusi yang diperdayakan. Begitupun juga dengan reformasi hukum sudah dilakukan. “jadi saya pikir Pak Jokowi memahami peta masalah dan tidak muliau dari nol,” terangnya.

Editor: Romadhon

Terpopuler