Connect with us

Peristiwa

Pancasila Sudah Tepat Bagi Bangsa Indonesia

Published

on

Soeprapto, M

Suprapto/Foto Banyu/Nusantaranews.co

NUSANTARANEWS.CO – Akhir-akhir ini bangsa Indonesia sudah mulai sadar diri bahwa betapa penting arti Pancasila untuk mendukung existensi negara-bangsa Indonesia, sehingga Pancasila mulai diusung lagi ke permukaan, menjadi wacana di berbagai forum seminar dan diskusi. Bila sejak reformasi 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila dilupakan, maka sejak tahun 2005, tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila mulai diperingati kembali.

“Pancasila Sudah Tepat Bagi Bangsa Indonesia,” demikian dikatakan oleh Sekjen Liga Gerakan Budaya Pancasila (LGBP), dalam sebuah diskusi rutin di sekretariatnya. Oleh  karena itu, sebagai organisasi yang konsisten mengkaji Pancasila, LGBP pun rencananya akan kembali menggelar dialog “Interaktif Antar Generasi” pada hari Kamis, 15 September 2016 di Gedung Granadi Jakarta, dengan menghadirkan Bapak Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno dan Menteri Koperasi, serta beberapa nara sumber yang kompeten lainnya. Bahkan, untuk kegiatan “Sumpah Pemuda” 28 Oktober mendatang, kita pun sudah menyiapkan programnya, ujar Suprapto.

LGBP sebagai “Gerakan” bukan hanya sekedar diskusi dan menyusun konsep dan nilai Pancasila tapi dengan sungguh-sungguh berupaya agar dapat di implementasikan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk mendudukkan pengertian “Pancasila Sakti” secara proporsional, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman, tambah Suprapto.

Dalam bahasa Inggris, lanjut Suprapto, Istilah “tepat” menurut Webster memberi arti valid di antaranya adalah: having legal strength or force, strong, powerful; well grounded or justifiable; applicable to the matter at hand; able to effect or accomplish what is designed or intended; capable of measuring predicting,

Dengan demikian “tepat” atau valid memiliki makna memiliki kekuatan yang sah, memiliki alasan kuat, benar atau adil, dapat diterapkan pada tempatnya, dapat mengerjakan atau menyelesaikan hal yang dirancang, mampu menjangkau masa depan. Sehingga bila kita mengatakan bahwa Pancasila itu adalah tepat bagi bangsa Indonesia, maka harus memenuhi ketentuan tersebut di atas yakni memiliki kekuatan yang sah, benar dan adil, dapat diterapkan, mampu menyelesaikan tujuan bangsa, dan dapat dipergunakan sebagai pegangan dalam menjangkau masa depan.

Baca Juga:  Saatnya Mengisi Hari Sumpah Pemuda Dengan Dialog Lintas Generasi

Lebih jauh, Suprapto menejelaskan bahwa bangsa Indonesia sudah berketetapan hati untuk selalu berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar negaranya. Hal itu tercermin dalam beberapa UUD yang pernah berlaku, berikut kutipan rumusan Pancasila dalam berbagai UUD tersebut.

  1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang biasa disebut UUD 1945

Pembukaan

. . . maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  1. Konstitusi Republik Indonesia Serikat

Mukaddimah

. . . Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu Piagam negara yang berbentuk republik federasi, berdasarkan pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial,….

  1. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia

Mukaddimah

. . . .Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu Piagam negara yang berbentuk republik-kesatuan, berdasarkan pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial, untuk mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, perdamaian dan kemerdekaan dalam masyarakat dan Negara-hukum Indonesia Merdeka yang berdaulat sempurna.

Meski secara explisit tidak disebutkan kata Pancasila, namun sejak proklamasi kemerdekaan 1945 hingga kini bangsa Indonesia selalu menetapkan Pancasila sebagai dasar negaranya, tegas Suprapto.(Banyu)

 

Loading...

Terpopuler