Connect with us

Politik

Pancasila Adalah “Cinditio Sine Quanon” Bagi Bangsa Indonesia

Published

on

Pancasila Adalah “Cinditio Sine Quanon”

Pancasila Adalah “Cinditio Sine Quanon”/Foto: Arsip Nasional

NUSANTARANEWS.CO – Pancasila adalah “Cinditio Sine Quanon” dalam menghadapi gelombang perubahan nasional, regional dan global – di mana bangsa Indonesia harus mengaktualisasikan konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila pada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu kajian untuk melestarikan dan mengembangkan Pancasila harus terus-menerus dilakukan agar bangsa Indonesia senantiasa yakin bahwa Pancasila adalah dasar negara, ideologi nasional, pandangan hidup, filsafat bangsa dan pemersatu bangsa yang benar-benar cocok dan tepat bagi bangsa Indonesia.

Demikian pula upaya untuk memahami, mengimplementasikan dan mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ber-masyarakat, berbangsa dan bernegara adalah suatu keharusan atau suatu “cinditio sine quanon”, untuk membangun integrasi nasional dengan memperkokoh wawasan kebangsaan, persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sadar sedalam-dalamnya bahwa Pancasila tidak akan ada artinya jika nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak diaktualisasikan dalam segala aspek kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu: Pertama, Nilai-nilai Pancasila harus dijelmakan dalam kegiatan penyelenggaraan kedaulatan dan kekuasaan negara, penyelenggaraan pemerintahan, penyelenggaraan kebebasan warganegara dan kemerdekaan mengemukakan pendapat dan sebagainya; kedua, Nilai-nilai Pancasila sebagai etika, moral dan norma harus dijelmakan dalam kehidupan berpolitik dan berdemokrasi.

Ketiga, Nilai-nilai Pancasila harus dijelmakan dalam penyelenggaraan hukum, kaidah hukum dan keadilan dan sebagainya; keempat, Nilai-nilai Pancasila harus dijelmakan dalam penyelenggaraan perekonomian, pemerataan kesejahteraan rakyat, pemerataan kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha dan sebagainya; dan kelima, Nilai-nilai Pancasila harus dijelmakan dalam penyelenggaraaan pendidikan, pemerataan  memperoleh pendidikan dan sebagainya.

Sungguh-sungguh merasakan bahwa Pancasila adalah sumber kejiwaan masyarakat dan negara-bangsa Indonesia, karena itu hendaknya manusia Indonesia menjadikan implementasi dan aktualisasi Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan yang harus dilaksanakan oleh setiap warganegara, setiap penyelenggara negara, aparat pemerintah, setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan di Pusat dan Daerah, elit politik dan elit pengusaha, pemuka masyarakat dan pemuka agama serta insan pers yang diyakini mampu menjadi teladan dalam masyarakat dan bangsa. Selain itu juga sangat penting bagi generasi muda, karena ditangan merekalah ditentukan bentuk, warna dan corak masa depan bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Tak Kunjung Dirikan Bank Jatim Syariah, Gubernur Khofifah Terancam Diinterpelasi

Dengan usaha dan perjuangan itu maka manusia dan bangsa Indonesia menjamin akan kelestarian, kelangsungan serta tetap kokohnya negara-bangsa yang merdeka, bersatu, berkedaulatan rakyat dan berkeadilan sosial, yang dengan penuh semangat membangun manusia dan masyarakat yang maju, sejahtera, adil dan makmur. []

Penulis: Soeprapto (Ketua LPPKB)

Terpopuler