Connect with us

Gaya Hidup

Pameran “Mokume” Busana Ramadan Karya Restu Anggraini, Terinspirasi Budaya Jepang

Published

on

NUSANTARANEWS.CO – Desainer Restu Anggraini memamerkan hasil desain busana muslim terbarunya dalam ajang Fashion Muslim Wardah, di Senayan City Mall,  JAkarta, Minggu (29/5/2016).

Restu Anggraini terinsipirasi dari budaya Jepang, khususnya seni metalworking Mokume-Gane dalam memamerkan koleksi busana Ramadhan terbarunya yang bertema

“Mokume”. Inspirasi itu datang ketika Restu berkunjung ke Jepang selama hampir 10 hari beberapa saat lalu dan langsung mendapat inspirasi dari Mokume-Gane untuk karya-karyanta.

“Koleksi Mokume terinspirasi karya seni menggabungkan metal asal Jepang, tetapi di sini aku menerapkannya bukan di metal tapi di kain yang membentuk satu pattern besi yang sudah ditempa. Iya, kemarin itu diundang oleh salah satu perusahaan di Jepang yang mendukung bahan. Di situ aku belajar bagaimana membuat manipulasi kain,” kata restu di acara tersebut.

Wanita cantik yang memiliki nama akrab Etu juga menjelaskan, bahan yang digunakan untuk koleksi Mokume adalah kain berbahan khusus campuran polyester dan katun. Sehingga tampak kusut dan lebih dingin ketika dikenakan walaupun dalam sekilas kiannya terlihat seperti parasut.

Lebih khusus, sang pemenang ANZ Australia-Indonesia Young Fashion Designer Award 2015-2016 ini menjelaskan potongan baju yang bertema Mokume dibuat atas kombinasi antara desain kimono dan desain abaya. Etu pun lebih suka memilih sarna silver, nude, gold dan putih. Warna-warna itu bagi Etu lebih “cocok untuk Ramadhan”.

Etu pun memberikan penjelasan terkait tema yang dipilih yakni “Traveling Friendly“. Bagi Etu, koleksi “Mokume” dirancang dengan mengutamakan kenyamanan dengan bahan yang mudah dipakai.

“Lebaran kita biasanya berkunjung ke kerabat atau mudik, lalu berpikir membuat bahan yang mudah digunakan. Traveling friendly karena tidak perlu disetrika, jika dicuci cepat sekali kering,” Terang Etu.

Terkait koleksi terbarunya yang sedang dipamerkan itu, Etu benar-benar berharap supaya dapat digunakan oleh masyarakat luas, utamanya di bulan Ramadan ini. Karena itu, Etu tidak memasang harga yang mahal.

“Aku enggak pengen jual mahal-mahal, sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, karena aku pengen ini sebagai basic item atau item wajib kalau mau traveling,” pungkasnya. (MRH)

Artikel Sebelumnya:

Seratus Tahun Model Jilbab/Hijab Dalam Satu Menit

Tren Busana Sederhana di Bulan Ramadan Tahun ini

Loading...

Terpopuler