Connect with us

Ekonomi

Pakar Energi Sebut Janji 02 Turunkan Listrik Dalam 100 Hari Dinilai Mudah Terealisasi

Published

on

Pakar energi dan kelistrikan, Ali Herman Ibrahim (Foto: Adhon/NUSANTARANEWS.CO)

Pakar energi dan kelistrikan, Ali Herman Ibrahim menilai Janji 02 Turunkan Tarif Listrik di 100 Hari Pemerintahan Pertama disebut mudah terealisasi. (Foto: Adhon/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pakar energi dan kelistrikan, Ali Herman Ibrahim mengomentari rencana pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang berjanji akan menurunkan tarif listrik hingga 50 persen. Menurutnya rencana‎ itu akan mudah direalisasikan.

“Banyak hal hal yang bisa kita lakukan dari biaya penyediaan listrik. Dari situ menurunkan tarif listrik 900 VA, gampang sekali. Gak susah,” kata Ali Herman usai mengisi acara diskusi yang diadakan oleh Forum Tebet (Forte) di Jakarta, Jumat (12/5/2019).

Dirinya mengapresiasi upaya yang akan ditepuh oleh Paslon 02 yang hendak menurunkan tarif listrik hingga 50 persen. Pasalnya penyediaan harga listrik dan sejumlah energi lain yang murah merupakan tanggung jawab pemerintah yang secara jelas tertuang di dalam undang-undang.

“Begini listrik itu ya seperti saya sampaikan di awal, bahwa listrik itu merupakan tugas pemerintah untuk penyediaannya, sesuai dengan amanat konstitusi yang dituangkan dalam undang undang nomor 30 tahun 2009 bahwa pemerintah wajib menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau, untuk kesejahteraan rakyat yang makmur adil dan berkesinambungan,” jelasnya.

Jadi lanjut Ali Herman, pemerintah itu berwenang untuk menaikkan dan menurunkan tarif listrik.

“Nah pemerintah itu siapa? Presiden dan DPR. Presiden melimpahkannya ke menteri,” tegasnya.

Saat ini lanjut dia penggunaan energi listrik 50 persen masih bertumpu dari bahan batu bara. Dalam setahun setidaknya membutuhkan kurang lebih 70 juta ton batu bara untuk mencukupi kebutuhan listri dalam skala nasional.

“Total skala nasional itu kalau dari ini saja (di Jawa) sudah 25ribu megawhatt. Kemudian luar Jawa itu totalnya 5ribu sampai 7ribu mengawatt. Jadi kita kira sekitar 30 sampai 32 ribu megawatt,” ujarnya.

Selain dari batu bara, untuk mencukupi kebutuhan energi listrik skala nasional, bisa didapatkan dari berbagai sumber, antara lain gas, tenaga air dan panas bumi.

Pewarta: Romadhon

Terpopuler