Connect with us

Gaya Hidup

Pak Ndul Dicecar Pertanyaan Deddy Corbuzier, Jawabannya Mencengangkan

Published

on

Pak Ndul dalam wawancara Khusus dengan Deddy Corbuzier. (FOTO: YouTube Deddy Corbuzier)

Pak Ndul dalam wawancara Khusus dengan Deddy Corbuzier. (FOTO: YouTube Deddy Corbuzier)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pak Ndul adalah nama yang viral di YouTube dengan konten-kontennya yang jenaka dan segar. Mengangkat suasana pedesaan, mencitrakan diri sebagai orang desa yang pintar bahkan bisa berbahasa Inggris.

Konten-konten kreatif yang diunggah di channel WAGU Waton Guyon itu tidak butuh lama untuk mendapatkan pelanggan alias Subcriber yang banyak. Dibuat pada 24 Maret 2018 WAGU Waton Guyon kini telah memili 451,282 Subscribers. Soal pengunjung atau penonton alias viewers jangan ditanya. Setiap video yang diunggahnya, langsung disantap oleh pengguna smartphone yang suka dengan konten-konten jenaka, bahkan sedikit mendekati satir.

Wagu Waton Guyon ini menyebut dirinya sebagai channel hiburan yang berisi guyonan segar. “Semoga dapat menghibur dan memberi warna merah, kuning, hijau di langit yang biru,” tulis tim kreatif Channel tersebut di menu deskripsinya. Lantas, seperti apakah sosok Pak Ndul yang sebenarnya?

Bapak YouTuber Indonesia (demikian para YouTuber Indonesia menyebutnya) Deddy Corbuzier mengundang Pak Ndul secara ekslusif berbincang di Channel YouTube pribadi Deddy.

Dalam kesempatan wawancara khusus tersebut, Deddy penasaran dengan kecerdasan Pak Ndul. Nyata atau tidak. “Anda ini pintar?” tanya Deddy pada Pak Ndul dalam video “Wagu Pak Ndul “Saya Bukan Orang Bodoh” (Excklusive Video yang akan merubah pandangan kalian)” yang diunggah pada Rabu (13/3/2019).

Tanpa ragu dan lugas, Pak Ndul mengatakan dirinya pintar dengan bahasa yang dicanpur bahasa Inggris.

Lebih lanjut Deddy menyampaikan kepada Pak Ndul, bahwa saat Deddy menonton video Pak Ndul, ia merasa tersinggung. “Whic One? yang mana?,” tanya Pak Ndul.

Loading...

Deddy merasa tersinggung lantaran Pak Ndul menggunakan bahasa Inggris di dalam video-videonya yang kalau disimak memang kurang nyambung. Oleh karena itu, Deddy mengajak Pak Ndul melakukan wawancara dengan bahasa Inggris. Tantangan itu pun diterima oleh pak Ndul. Terbukti, Pak Ndul memang bisa dan fasih bicara dengan bahasa Inggris.

“Dia (Pak Ndul) beneran jago (berbaha Inggris). Gue pikir ngaco doang,” timpal Deddy dengan tawa khasnya.

Deddy mengingatkan para penontonnya di hadapan Pak Ndul bahwa dirinya pernah membuat konten tentang “Matinya para YouTuber”. Video ini dimaksudkan lantaran banyak para artis yang ikut tampil sebagai YouTuber.

“Tapi setelah Anda (Pak Ndul) mucul, saya rasa ini sebenarnya sebuah pembuktian. Tidak perlu seorang artis atau selebritis saja bisa sukses di YouTube,” ujar Deddy.

“Bisa! Betul itu!” tanggap Pak Ndul seketika.

“Jadi begini, saya percaya semua orang itu sebenarnya punya potensi. Tinggal bagaimana mereka itu mengembangkan potensinya dan satu hal yang pertama itu, berani untuk melangkah,” lanjut Pak Ndul.

Setelah berani melangkah, kata Pak Ndul, ialah harus adaptif. Dalam arti harus situasional, kondisional, dan adaptif. Tujuanya tentu supaya lebih bagus.

“Tapi Anda merasa ngga bahwa sekarang itu Anda dikenal di YouTube sedangkan banyak orang yang ingin membuat (channel) YouTube, mereka putus asa,” kata Deddy menimpali.

“Itu, kalau menurut saya yang pertama dan utama adalah konten. Ini versi saya. Jadi dengan konten yang unik, benar-benar sesuatu yang baru, itu akan memberikan hal yang positif. Jadi, kadang banyak orang hanya menghabiskan waktu untuk editing. Menurut saya (editing) penting sih, tapi tingkatannya itu lebih ke konten. Jadi, fokus di konten, itu yang pertama,” hemat Pak Ndul.

Kemudian Deddy bertanya lagi soal konten-konten yang disukai oleh masyarakat Indonesia di YouTube.

“Kalau saya lihat kondisi sekarang kan mulai panas ya, kalau menurut saya dengan memberi something (sesuatu) semacam entertain (hiburan) sepertinya itu lebih masuk (diterima masyarakat),” jawab Pak Ndul.

“Jadi, maksud Anda orang-orang sekarang stres?” tanya Deddy dan Pak Ndul menegaskannya, “Iya, itu yang dimaksud”.

Jadi, lanjut Deddy, konten-konten yang menghibur akan menarik?

“Dalam pandangan saya seperti itu. Pokoknya begini, dalam hal apapun, kalau kita merasa punya potensi, itu unik, baru, different, kita harus berani untuk mencoba,” Pak Ndul menjawab.

“Tapi, Anda pernah gagal?” tanya Deddy.

“Pernah!” tegas Pak Ndul.

“Seperti ini yang penting, karena biasanya orang habis mencoba satu gagal, terus putus asa.”

“Tidak dalam kondisi saya. Saya menghabiskan mungkin lebih ratusan jam hanya untuk mempelajari bagaimana sistem dari YouTube itu bekerja,” tutur Pak Ndul.

“Jadi Anda Pelajari?” tanya Deddy mendesak.

“Kita harus pelajari. Kita harus tahu, algoritmanya seperti apa? Kemauan YouTube seperti apa? suapay nanti tercapture dari -apa namanya- konten kita,” tegas Pak Ndul.

Deddy pun mengakui bahwa ketika dirinya nonton video Pak Ndul, Deddy menilai video tersebut tidak sembarang dalam pembuatannya. Deddy pun menduga, tim kreator Wagu Waton Guyo mempelajari terlebih dahulu mater-materi atau bahan yang akan dijadikan konten.

“Analityc (YouTube) itu penting sekali. Dan itu sebenarnya saya copy (pelajari) dari mas Deddy. Jadi (Deddy) sebelumnya sudah mengatakan hal itu. Kita harus selalu open mainded,” kata Pak Ndul.

Dengan open mainded itu, kata Pak Ndul, banyak ilmu yang didapat. Sehingga apa yang dicipta menjadi konten akan sempurna hasilnya.

“Artinya, Anda membuat video YouTube itu bukan sembarangan membuat?” tanya Deddy.

“Awalnya, sekedar membuat di tempat lain yang sudah hilang. Untuk (channel) yang ini, kita kan sudah punya pengalaman, kegagalan-kegagalan, dengan kondisi yang sekarang kita sudah lebih matang,” jawab Pak Ndul. (riskiana/nn).

Editor: Achmad S.

Terpopuler