Padamnya Listrik PLN Dinilai Timbulkan Bencana Ekonomi, Kompensasi Tidak Berguna

listrik pln, pln, bencana ekonomi, kompensasi, nusantaranews
PT PLN meminta maaf soal pemadaman listrik pada Minggu (4/8). (Foto: PLN)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Desakan pemecatan Direksi PLN terus dihembuskan sebagian kalangan menyusul insiden pemadaman listrik total di Jabodetabek dan beberapa wilayah Jawa Barat pada Minggu (4/8) kemarin.

“Tidak ada maaf bagi Direksi PLN harus ada yang tanggung jawab dengan mundur dari Direksi PLN atau dipecat. Akibat pemadaman listrik di setengah Pulau Jawa yang sangat massif, hari ini nilai kurs rupiah melemah terhadap dollar,” cetus Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Diketahui, PLN baru saja merombak jajaran direksinya pada 2 Agustus 2019 lalu. Sripeni Inten Cahyani ditunjuk menjadi Plt Direktur Utama PLN menggantikan Djoko Abumanan. Nama terakhir kini duduk di kursi Direktur Pengadaan Strategis 2.

BACA JUGA: RUPS PLN Angkat Sripeni Inten Cahyani Sebagai Plt Direktur Utama

BACA JUGA: Catat! PLN Bakal Berikan Kompensasi Bagi Pelanggan yang Terkena Pemadaman Listrik

Menurut Poyuono, Direksi PLN telah mencoreng nama Presiden Jokowi dengan padamnya listrik di setengah Pulau Jawa. “Gimana tidak buat malu Pak Joko Widodo yang selama ini sangat fokus dengan infrastruktur listrik untuk mendukung investasi yang akan masuk ke Indonesia, ternyata listrik di setengah Pulau Jawa justru padam berjam-jam,” katanya.

Konferensi Pers PLN Menjelaskan Kronologis Terkait Listrik Mati Total. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Romadhon)
Konferensi Pers PLN Menjelaskan Kronologis Terkait Listrik Mati Total. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Romadhon)

Seperti diwartakan, listrik padam total seharian penuh Minggu kemarin, bahkan sampai malam hari. Poyuono menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan pihak PLN untuk membuat kekacauan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial di masyarakat.

“Tidak ada maaf bagi Direksi PLN dengan padamnya listrik tersebut, dan direksi harus bertanggung jawab. Sebab, kompensasi yang akan diberikan PLN akibat listrik padam berjam-jam tidak sebanding dengan kerugian yang dialami oleh para pelaku usaha dan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Rumahnya Dibedah, Bu Taufik Senang Sekali Didatangi Awak Media

“Contoh saja, hampir semua pengusaha ikan hias di Jawa banyak rugi besar karena ikan pada mati semua akibat pompa air tidak bekerja. Belum lagi usaha supermaket banyak yang rugi besar karena mesin pendingin rusak dan banyak lagi, sehingga kompensasi yang ditawarkan PLN tidak ada gunanya,” imbuh Poyuono.

Politisi Gerindra ini menambahkan, padamnya listrik PLN sama artinya dengan bencana ekonomi. (ach/eda)

Editor: Eriec Dieda