Connect with us

Hukum

OTT KPK Disebut Rusak Sistem Keuangan Negara, Fahri Hamzah Beber 28 Penyidik Ilegal KPK

Published

on

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah saat diwawancarai wartawan di Surabaya, Senin (2/9/2017). (Foto: Yudhie/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berharap agar Pansus KPK segera menjalankan tugasnya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja KPK.

“Pansus harus segera memeriksa dan mengevaluasi karena di sana ada 28 penyidik ilegal,”kata Fahri di Surabaya, Senin (2/10).

Fahri mengatakan bahwa 28 orang penyidik tersebut adalah otak dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang telah dilakukan oleh KPK selama ini.

Sayangnya Fahri tak menyebut siapa saja 28 penyidik illegal yang dimaksudnya tersebut.”Nanti biar Pansus yang buka dan nanti ketahuan. Kalau sudah ketahuan mereka harus ditangkap dan dipenjara,” ucapnya.

Ia menilai, pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK selama ini telah salah arah dan serampangan. “Justru apa yang mereka lakukan telah merusak sistem keuangan negara. Semua orang akan takut terjerat OTT. Saya dengar ada 300 T dana Pemda ngendon dan bagi saya ini efek kegagalan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK,” ungkapnya.

KPK, katanya, tidak punya sistem yang kuat dalam melakukan pemberantasan korupsi.

“Mereka itu segerombolan polisi yang sudah dipecat dan penyidik liar yang ditempatkan di KPK. Buktinya Setnov menang, Budi Gunawan dan Adi Purnomo menang. Mereka ilegal semua dan didapatkan secara serampangan oleh KPK,” terangnya.

Lebih lanjut, Fahri menambahkan bahwa penyidik yang melakukan penyadapan, pengintaian dan penangkapan haruslah melakukan sumpah khusus. “Namun faktanya 28 orang itu tak disumpah,” tandasnya.

Pewarta: Tri Wahyudi / Editor: Eriec Dieda

Terpopuler