Connect with us

Berita Utama

Otoritas Myanmar Gali Kuburan Korban Penembakan Untuk Diotopsi

Published

on

Otoritas Myanmar gali kuburan korban penembakan untuk diotopsi.

Otoritas Myanmar gali kuburan korban penembakan untuk diotopsi/Kuburan Kyal sin wanita berusia 19 tahun yang ditembak mati dalam aksi unjuk rasa di di Mandalay pada hari Rabu (3/3)/NHK News

NUSANTARANEWS.CO, Naypyidaw – Otoritas Myanmar gali kuburan korban penembakan untuk diotopsi. Pada hari Sabtu, Asosiasi Bantuan Untuk Tahanan Politik merilis total 1.758 orang telah ditangkap, didakwa atau dijatuhi hukuman, dan lebih dari 50 orang telah terbunuh sejak kudeta militer pada 1 Februari.

Sebelumnya pada hari Rabu, seorang dokter darurat, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa di kota Monywa di wilayah Sagaing, setidaknya tujuh orang tewas

Lalu di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, dua pengunjuk rasa tewas. Salah satu dari korban adalah seorang wanita berusia 19 tahun bernama Kyal sin yang ditembak di kepala, tambah dokter tersebut. Ia dimakamkan di pinggir kota Mandalay.

Menurut seorang saksi mata mengatakan bahwa Kyal sin ditembak saat tengah memberikan instruksi kepada kerumunan massa dengan posisi membelakangi aparat kepolisian pada hari Rabu (3/3).

Keesokan harinya orang-orang ramai turun ke jalan untuk mengungkapkan duka cita di hari permakamannya. Wanita ini kemudian menjadi simbol gerakan unjuk rasa karena kematiannya dilaporkan secara meluas di dalam dan luar negeri. Para pengunjuk rasa membawa fotonya dalam menjalankan aksi untuk rasa.

Namun, otoritas Myanmar kemudian menggali kuburan wanita berusia 19 tahun yang ditembak mati tersebut untuk dilakukan otopsi, lansir televisi negara, sebagaimana dilaporkan NHK News.

Laporan dalam televisi itu menyebutkan bahwa proyektil yang ditemukan di tengkoraknya tidak cocok dengan peluru yang digunakan polisi. Disebutkan juga bahwa ia tidak ditembak dari arah aparat kepolisian. (Red)

Baca Juga:  Penerimaan Praja IPDN 90% Bukan Putra Daerah Papua, Pigai: Saya Sangat Tersinggung!

Loading...

Terpopuler