Orang Gangguan Jiwa Dirantai, RSBL Dinas Sosial Jatim Kondisinya Memprihatinkan

Orang gangguan jiwa dirantai, RSBL Dinas Sosial Jatim kondisinya memprihatinkan.
Orang gangguan jiwa dirantai, RSBL Dinas Sosial Jatim kondisinya memprihatinkan.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Orang gangguan jiwa dirantai, RSBL Dinas Sosial Jatim kondisinya memprihatinkan. DPRD Jatim merasa prihatin atas kondisi Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) yang dikelola oleh Dinas Sosial Pemprov Jatim. Pasalnya, kondisinya sangat kumuh dan kotor. Bahkan ruangan yang ditempati oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tak memenuhi standart untuk dihuni oleh ODGJ di Jatim.

“Saya sedih karena sepertinya tidak layak untuk manusia. Kalau saya lihat itu saya pemgin nangis,” kata anggota Komisi E DPRD Jatim Hari Putri Lestari (HPL) saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (16/8).

Karena itu dia berharap agar Pemprov Jatim menganggarkan dana untuk renovasi tempat tersebut pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Blanja Daerah (APBD) 2021, supaya Rehabilitasi ODGJ yang ada di tempat tersebut bisa lebih maksimal.

“Kami lihat infrastukturnya sangat tidak layak dan perlu adanya renovasi. Karena saya tanya mulai tahun 1992. Infrastuktur jendela, penunjang lain seperti kamar mandi juga kurang layak,” tambahnya.

Harry berharap Dinsos Jatim lebih maksimal lagi dalam melakukan habilitasi terhadap ODGJ di tempat tersebut. Supaya para ODGJ bisa segera sembuh dan diterima kembali oleh keluarganya dan bisa berbaur dengan masyarakat serta hidup secara normal.

“Negara harus hadir supaya para penderita tersebut tidak dikucilkan oleh masyarakat dan bisa hidup normal setelah nanti sembuh dan bergaul dengan masyarakat,” tambahnya.

HPL menambahkan pihaknya juga menjumpai adanya pasien yang dirantai di salah satu ruangan isolasi tersebut.” “Ya ini yang akan saya tanyakan kenapa kok sampai dorantai. Tapi dari penjelasan tadi karena memang ruangan isolasi tidak layak,” kata wanita asal Jember ini.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Jatim Alwi membenarkan akan kondisi bangunan RSBL yang memprihatinkan tersebut.” Memang kondisi bangunannya sudah tua dan harus dilakukan perbaikan. Kami sudah mengajukan anggaran untuk perbaikannya di tahun anggaran 2021 mendatang,”jelas mantan kepala Bakorwil Madura ini.

Baca Juga:  Angkatan Bersenjata Mesir Gagalkan Serangan Teroris di Sinai Utara

Soal adanya pasien dirantai, Alwi menjelaskan bahwa pasien tersebut baru masuk di RSBL dan tidak bisa dikumpulkan dengan yang lainnya karena kawatir berbahaya dengan pasien lainnya.

“Kami isolasi dulu dan dibatasi ruang geraknya. Jangan sampai berbahaya dengan pasien lain. Kalau sudah saatnya sudah tak berbahaya lagi, kami melepasnya,”jelasnya. (Setya)