Obesitas. (Ilustrasi: Nusantaranews)
Obesitas. (Ilustrasi: Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO – Mungkin kita pernah menjumpai beberapa wanita yang mengaku sulit untuk mendapatkan kehamilan. Terkadang para wanita pula yang harus menanggung beban moral maupun tekanan untuk merubah pola hidupnya. Namun, perhatian terhadap kaum pria akan adanya kasus sulit hamil ini hingga saat ini masih kurang.

Sama halnya wanita, sebenarnya dalam kasus reproduksi pria juga memiliki peran yang sama-sama penting.

Menurut sebuah studi baru, bagaimanapun, kesehatan pria dapat memiliki efek lebih besar pada kemungkinan pasangan mereka untuk hamil dari pada yang diperkirakan selama ini.

Dilansir dari The Independent, para periset mengemukakan bahwa obesitas dapat mempengaruhi kualitas sperma. Penelitian ini untuk pertama kalinya dipublikasikan dalam jurnal Andologia.

Ini merupakan pertama kalinya sebuah oenelitian berusaha mengungkap mengenai parameter sperma yang memiliki sisi abnormal dengan keadaan obesitas para pria.

Para penelliti menemukan bahwa obesitas dikaitkan dengan volume air mani, jumlah sperma yang lebih rendah, konsentrasi dan motilitas serta kekurangan sperma yang lebih besar.

Dikatakan Dr. Gottumukkala Ramaraju, yang merupakan peneliti utama dalam penelitian tersebut bahwa, “Kinerja kesehatan dan reproduksi spermatozoa pada pria obesitas lebih mungkin dikompromikan secara kualitatif dan kuantitatif.”

“Hasil dari dataset kamu saat ini menunjukkan bahwa upaya yang berfokus pada penurunan berat badan laki-laki sebelum pembuahan diperlukan bagi pasangan yang mencari pengobatan tanpa infertilitas.”

Hal tersebut berarti bahwa berat badan pria memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kualitas sperma. Pria dengan obesitas cenderung memiliki kualitas dan kuantitas sperma yang buruk.

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa kelebihan berat secara signifikan dapat mempengaruhi kesuburan seorang wanita karena mengganggu keseimbangan hormon yang mempengaruhi ovulasi dan pemupukan.

Terlebih lagi, wanita dengan berat badan berlebih memiliki insidensi disfungsi dan anovulasi haid yang lebih tinggi (saat ovarium tidak melepaskan oosit selama siklus haid. Oleh karena itu, ovulasi tidak terjadi).

Jadi jika mungkin saat ini anda dan pasangan anda tengah mencoba untuk memulai program kehamilan, sebaiknya langkah awal adalah memperhatikan berat badan antar keduanya dan menerapkan pola hidu dan menggantikan konsumsi makanan dengan makanan yang sehat. (Riskiana)

Editor: Sulaiman

Komentar