Nun Mati, Huruf Hijaiyah, Idghom Bilaghunnah – Puisi Dian Apriani

Lukisan Kaligrafi ini dipamerkan pada pameran Munas Alim Ulama NU di Kota Banjar 2019. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Sule)
Lukisan Kaligrafi ini dipamerkan pada pameran Munas Alim Ulama NU di Kota Banjar 2019. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Sule)

Idghom Bilaghunnah

dalam resah berujung pasrah

nun mati dalam idghom bilaghunnah

yang rela berakhir syaddah

melebur dalam

lantunan hafidzah

Nun Mati

ilmu tajwid pagi ini

dalam surau abah kyai

tentang iqlab dan idzhar halqi

juga idgham dan ikhfa haqiqi

semua berebut kelut hati

kyai…

ini tentang nun mati

 

Huruf Hijaiyah

dua puluh delapan huruf hijaiyah

Alif, baa, taa hingga hamzah

kian dewasa kian terpisah

bukan jurmiyah yang memisah

namun ilmu tajwid nan berkah

 

Idzhar Wajib

dalam satu kalimah

nun sukun bertemu waw atau yaa

tak pernah sekali saling merangkul

namun kini aneh ku rasa

tak seperti dalam Idgham Bighunnah

mereka saling berdekap

mesra

 

Mitslain wa Mutaqaariban wa Mutajaanisain

pertemuan

antara dua huruf

yang berbeda jenis

jenis yang berbeda

dalam tulisan maupun lafal

mampukah aku seperti mereka?

yang harus rela terpisah

 

Mitslain;

Mutaqaariban;

Mutajaanisain

 

Dian Apriani, tinggal di dusun Pondok Nangka Barat, RT 07 RW 02, Kelurahan Beluk, kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Facebook: Dian Apriani (yeol)

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected]

Baca: 10 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Kirim Tulisan ke Nusantaranews.co