NSEAS Sebut Pembangunan Perkeretaapian Era Jokowi Masih Kalah Dengan SBY

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tiga tahun lebih setelah menjadi presiden, Tim Studi Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap menilai Joko Widodo (Jokowi) tidak berhasil mencapai target pembangunan perkeretaapian di Indonesia. Ia mengatakan, jika dibandingkan prestasi era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada periode 2010-2014, NSEAS menilai ternyata jauh lebih tinggi dan baik.

Mengutip data, fakta dan angka dari Renstra Kemenhub 2015-2019, Muchtar Effendi menyebut beberapa prestasi era SBY. Pertama, pembangunan jalur KA baru, termasuk jalur ganda, 922 Km’sp. Kedua, rehabilitasi jalur KA 73 Km’sp.

Baca Juga:
Wajah Infrasturktur Perkeretaapian Era Jokowi
Catatan Terpendam di Balik Megahnya Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta

Ketiga, peningkatan jalur KA termasuk reaktivasi 923 Km’sp. Keempat, pengadaan rel 1.296 Km’sp. Kelima pembangunan/peningkatan jembatan KA 501 unit. Keenam pembangunan/rehabilitasi bangunan stasiun/operasional 80 paket. Dan ketujuh, pengadaan prasarana perkeretaapian 38 paket.

“Satu parameter pembanding, era Jokowi sudah lebih 3 tahun, baru berhasil membangun 388 km jalur KA, sementara era SBY untuk 5 tahun 922 km. Bagaimanapun, 5 tahun era Jokowi capaian pembangunan jalur KA ini mustahil mencapai 922 km seperti capaian era SBY,” ungkap Muchtar dikutip dari keterang tertulis, Sabtu (24/3/2018).

Baca Juga:
Teknologi Industri Kereta Api Indonesia Dinilai Berkembang Baik
Ditjen Perkeretaapian Telah Lelang Separuh Proyek 2017

Dirinya mengklaim, timnya tak berlebih-lebihan jika berkesimpulan. “Kinerja Jokowi urus infrastruktur perkeretaapian lebih buruk dan masih gagal mencapai target diharapkan. Khususnya pembangunan baru jalur KA,” tegasnya.

Pewarta: Alya Karen
Editor: Gendon W