Connect with us

Mancanegara

Northrop Grumman Beli Perusahaan Pembuat Rudal dan Roket, Orbital ATK

Published

on

Roket Orbital ATK diumumkan pada Oktober 2016 di Fasilitas Penerbangan Walops NASA di Walops Island, Va. (Foto: (Bill Ingalls/NASA via AP)

NUSANTARANEWS.CO, Los Angeles – Perusahaan kontraktor pertahanan dan aeroangkasa Amerika Serikat, Northrop Grumman Corp (NOC) bersiap membeli perusahaan pembuat rudal dan roket Orbital ATK Inc (OA) dalam sebuah kesepakatan pembelian senilai 7,5 miliar dolar.

Surat kabar Wall Street Journal pertama kali memberitakan tentang rencana pembelian ini setelah dua minggu lalu konglomerat industri United Technologies mengakuisisi pemasok kedirgantaraan Rockwell Collins dalam sebuah kesepakatan senilai 30 miliar.

Nilai Northrop sendiri sebesar 46,5 miliar dolar, sedangkan Orbital bernilai 6,3 miliar. Diketahui, selama ini Orbital merupakan perusahaan yang memiliki kontrak miliaran dolar dengan lembaga antariksa AS, NASA dan Angkatan Bersenjata Amerika.

Transaksi ini terjadi di tengah ketegangan AS dengan Korea Utara sehingga membuat industri pertahanan AS merasa di bawah tekanan untuk mempertahankan margin keuntungan mereka.

Pada tahun 2015 silam, Northrop memenangkan sebuah mega kontrak senilai 80 miliar dolar dari militer AS untuk pengadaan Bomber Jangka Panjang (Long Range Strike Bombe) yang direncanakan pada pertengahan tahun 2020 mendatang.

Loading...

Orbitak secara khusus membuat peluncur roket dan rudal, termasuk untuk perusahaan milik Elon Musk SpaceX.

Pengembangan senjata rudal memang tengah mengalami persaingan ketat antar beberapa negara menyusul meningkatnya kebutuhan alutsista untuk mempertahankan negara dari ancaman negara lain. Korea Utara sudah berulang kali memamerkan kekuatan rudal dan nuklirnya dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini lantas memantik keinginan negara-negara lain juga ikut serta mengembangkan senjata rudalnya masing-masing. Sejauh ini, Korea Utara dan Iran yang sudah pamer kebolehan pengembangan senjata rudal balistik dan nuklir yang membuat AS merasa terancam dan marah. (ed)

Baca Juga:  Rockwell Collins Jawaban Bagi Badan Logistik Pertahanan Amerika

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler