EkonomiHankamMancanegaraPolitik

Nord Stream-2 Adalah Pondasi Strategis Poros Eropa-Rusia

Nord Stream-2 Adalah Pondasi Poros Strategis Eropa-Rusia
Nord Stream-2 adalah pondasi strategis poros Eropa-Rusia.

NUSANTARANEWS.CONord Stream 2 adalah pondasi utama proyek poros Eropa-Rusia demi menjaga kestabilan dan keamanan pasokan energi gas Eropa dari Rusia yang selama ini di monopoli oleh Ukraina. Tidak ada keraguan sedikitpun mengenai pentingnya stabilitas pasokan energi bagi Eropa Barat yang sangat tergantung pada impor. Sekaligus menjadikan Jerman sebagai negara yang sangat vital dalam rute gas.

Kerjasama strategis yang saling menguntungkan antara Berlin dan Kremlin pada gilirannya otomatis akan semakin memperkuat hubungan strategis poros Eropa-Rusia menuju kolaborasi politik, ekonomi, dan energi – sekaligus mengurangi ketergantungan “yang tidak stabil” pada pasokan dari Ukraina dan Polandia.

Hal ini, menjadi kontroversi besar ketika secara geopolitik poros Eropa-Rusia mulai mengurangi pentingnya peran Ukraina dan Polandia dalam rute aliran gas Eropa Barat. Dalam jangka panjang, Nord Stream 2 bukan saja mengubah aliran gas di Eropa, tapi juga semakin memperkuat poros strategis Eropa-Rusia.

Ukraina dan Polandia, yang belakangan semakin mengkonsolidasikan diri sebagai lawan geopolitik Rusia – menyadari bahwa dalam beberapa tahun mendatang posisi mereka menjadi tidak strategis lagi dalam geopolitk Eropa maupun Rusia. Tidak mengherankan bila dalam beberapa tahun belakangan ini, Ukraina dan Polandia melakukan manuver politik untuk memboikot NS-2 – demi menjaga keuntungan hubungan mereka dengan Barat.

Baca Juga:  Bersama Bea Cukai Pamekasan, Pemkab Sumenep Lakukan Operasi Bersama Peredaran Rokok Ilegal

Tapi, ada suatu yang tidak konsisten dalam rencana strategis Ukraina dan Polandia dalam membangun hubungan dengan Barat – karena pada saat yang sama mereka justru menghambat strategi perencanaan yang akan menguntungkan Eropa dalam segala hal, hanya karena juga menguntungkan Rusia.

Sungguh sentimen anti-Rusia yang tidak rasional. Tidak menggunakan “akal sehat” bila kita menyitir kata-kata Rendra Si Burung Merak.

Sehingga Ukraina dan Polandia dalam keputusasaannya dengan mudah dimanfaatkan oleh pihak ketiga yang tidak menginginkan adanya keuntungan bagi Eropa maupun Rusia melalui NS-2. Betapa tidak bila Proyek NS-2 berkapasitas mengalirkan 55 miliar meter kubik gas per tahun, yang dikirim langsung dari Rusia ke Jerman. NS-2 juga merupakan proyek terdepan yang paling maju dalam poros strategis Rusia-Eropa.

Ketika poros Rusia dan Eropa semakin kuat , Kiev dan Warsawa tampaknya harus berpikir rasional dan harus membuat keputusan mendasar, apakah mereka akan memilih perdamaian dan keamanan dalam hubungan multilateral atau konflik kepentingan yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  Sahabat Prabowo Lamongan Mantap Gelar Deklarasi Prabowo Presiden

Bahwa perubahan tatanan global menuju multipolar semakin tak terelakan yang ditandai dengan pecahnya aliansi Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat – di mana kepentingan mereka tidak lagi sejalan pasca bubarnya Uni Soviet dan berakhirnya Perang Dingin (Cold War)

Eropa yang telah menyadari kenyataan ini, tetap mempertahankan hubungan baiknya dengan Rusia, setidaknya pada tingkat ekonomi dan energi.

Sementara Ukraina dan Polandia untuk kembali memainkan peran penting mereka dalam aliran energi Eropa – harus merubah mindset politik dan menyesuaikan dengan tren geopolitik global kontemporer abad 21. Gunakan akal sehat! (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 3,049