Nelayan Sebut Menteri Susi Gagal Paham Soal Budidaya Lobster

NUSANTARANEWS.CO, Mataram – Nelayan Sebut Menteri Susi Gagal Paham Soal Budidaya Lobster. Ketua Umum Front Nelayan Indonesia, Rusdianto Samawa menerangkan bahwa mayoritas nelayan Lobster NTB mengangap bantuan pengalihan profesi merupakan bentuk kebohongan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Di mana atas nama pemerintah, Menteri Susi nampak hanya berpura-pura kepada nelayan.

Bahkan, kata Rusdi, para nelayan eks penangkap benih lobster asal tiga desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu Desa Awang, Gerupuk, dan Desa Kute, sangat keberatan dan menganggap Permen yang dikeluarkan KKP telah merugikan banyak pihak.

“Nelayan eks penangkap benih lobster seperti pepatah lama, ‘bagai buah simalakama, dimakan mati ibu, tak dimakan mati ayah’. Mereka tidak punya mata pencaharian lagi, tapi takut ditangkap jika memaksakan kehendak menangkap benih lobster,” ujar Rusdi saat dihubungi nusantaranews.co, Jum’at (28/7/2017) malam.

Baca: Nasib Nelayan Lobster NTB Tercekik Permen-KP

Rusdi menuturkan bahwa, bantuan yang akan diberikan pemerintah gagal. Bantua tersebut berupa pembudidayaan ikan bawal 655 paket (termasuk jaring dan pakan), ikan kerapu 580 paket (termasuk jaring, vitamin jilnet, dan pakan), rumput laut 728 paket, ikan bandeng 40 paket, udang vaname 20 paket, ikan lele 209 paket, ikan nila 14 paket, dan perahu pengangkutan rumput laut 71 paket.

“Nelayan menolak skema bantuan, karena bagi nelayan pembudidayaan ikan bawal, kerapu dan rumput laut yang diberikan itu tidak bisa mengangkat perekonomian nelayan,” kata dia.

Nelayan, tambah Rusdi, menganggap benih lobster yang mereka tangkap bukan merusak lingkungan atau memusnahkan lobster seperti yang pernah dikatakan Menteri Susi Pudjiastuti. Justru benih lobster tersebut harus ditangkap, karena bagaimanapun juga akan mati jika tidak ditangkap.

Baca Juga:  Susi Pudjiastuti Dinilai Sangat Layak Menjadi Cawapres di Pilpres 2019

“Diambil ataupun tidak, benih itu pasti akan punah karena dimakan ikan. dan tidak pernah ada ceritanya benih ini berkurang, malah tangkapan makin banyak,” tegasnya.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman