Connect with us

Ekonomi

Negara tak Bayar Aparat dengan Baik Penyebab Korupsi Merajalela

Published

on

Ilmuwan Politik, Salim Said. Foto Restu Fadilah/ NUSANTARANEWS
Ilmuwan/Pengamat Politik, Salim Said. Foto Restu Fadilah/ NUSANTARANEWS

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Korupsi di Indonesia memang bukan dongeng melainkan fakta yang ada didepan mata. Ia digemari oleh banyak orang, tak terkecuali para pejabat di negeri ini.

Dari berbagai kasus korupsi yang terjadi selama ini, kebanyakan pelakunya berasal dari berbagai kalangan pejabat negara, politisi, pengusaha, dan aparat hukum.

Modusnya pun semakin sulit dideteksi. Artinya tidak gampang mengidentifikasi sebuah praktik korupsi yang dilakukan oleh mereka-mereka yang dekat dan duduk di lingkaran kekuasaan.

Dalam hal ini, terdapat banyak pihak yang terlibat, baik yang memberi proyek atau yang menerima proyek, baik antara penegak hukum maupun para tersangka yang tersangkut kasus hukum.

Menurut Pengamat Politik, Salim Said, salah satu penyebab korupsi adalah karena negara tidak dapat memberikan bayaran yang baik bagi aparatnya.

“Karenanya aparat pun banyak menerima tawaran dari luar,” ujar Salim diskusi publik bertajuk ‘Partai Politik dan Budaya Korupsi’, di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Senin, (24/4/2017).

Menurutnya, kalau ini dibiarkan dan tidak ada perubahan, maka percuma saja upaya pemberantasan korupsi. Sebab dalam keadaan hidup, tentu setiap manusia membutuhkan uang.

“Kalau aparat negara tidak mendapatkan bayaran sepantasnya dari negara, maka orang lain yang akan membayar,” pungkasnya.

Pewarta: Restu Fadilah
Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler