EkonomiPolitik

Negara Membutuhkan Dirut BUMN yang Kuat di Sektor Energi

Pertamina. (Wikimedia Commons)
Pertamina. (Foto: Wikimedia Commons)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan telah mengajukan tiga nama kepada presiden sebagai calon direktur utama Pertamina. Dan publik tidak mengetahui secara jelas dan pasti siapa nama calon dan rekam jejak calon direktur utama Pertamina, BUMN yang termasuk kategori A dan terbesar di Indonesia serta kebanggaan masyarakat Indonesia ini? Sedangkan di saat yang lain, BUMN yang juga bergerak di sektor energi yaitu PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) sang direktur utamanya sedang terkena kasus korupsi proyek PLTU Riau 1 dan sedang ditangani oleh KPK.

Bagaimana sejatinya proses seleksi dan perekrutan calon Direksi BUMN dilakukan oleh Kementerian BUMN sehingga tak sedikit para direksi terkena kasus tak berkinerja baik dan tersangkut korupsi?

Baca juga: Bebaskan Pertamina Dari Triumvirat Korup

Menurut ekonom konstitusi Defiyan Cori, pada bulan ini publik sedang menunggu sosok direktur utama Pertamina baru yang telah diajukan Menteri BUMN kepada Presiden. “Sayangnya, cara pengajuan nama calon yang tidak transparan kepada publik ini akan membuka celah bagi terjadinya kembali pergantian Direksi yang tiba-tiba dan tanpa alasan yang bisa diterima secara rasional,” kata Defiyan, Jakarta, Seni (23/7/2018).

Baca Juga:  Fraksi Perpanas DPRD Nunukan Sampaikan Pandangan Atas Nota RAPBD TA 2023

“Tentu Presiden tak ingin ada kegaduhan baru secara internal dalam organisasi perusahaan BUMN terbesar ini yang mengakibatkan buruknya kinerja Pertamina dan PLN (apalagi terkait kasus korupsi) serta BUMN lainnya. Sementara secara eksternal masyarakat konsumen harus memperoleh kebijakan energi seperti BBM dan listrik dengan harga yang layak dan memenuhi standar energi yang sehat dan bersih lingkungan,” jelasnya.

Baca juga: Ajukan Nama Iwan Ratman, Paguyuban Ini Tolak Keras Sofyan Basir Duduk di Kursi Direktur Utama Pertamina

Pada tanggal 23 Juli 2018, sudah tiga bulan lebih posisi direktur utama Pertamina ditinggalkan oleh Elia Massa Manik dan kemudian posisinya sesuai keputusan RUPS digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirut yaitu Nicke Widyawati yang juga merangkap sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-97/MBU/04/2018 tertanggal 20 April 2018, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina.

Sementara itu, direktur utama PLN juga sedang menghadapi permasalahan korupsi di lingkungannya yang notabene akan berpengaruh pada kepemimpinannya secara moral di PLN.

Baca Juga:  Pertegas Oposisi, AHY Ajak Kadernya Terus Kritisi Kebijakan Pemerintah

Baca juga: Masih Diperbudak Politik, Pertamina Semakin Suram

“Jangan sampai masalah ini dibiarkan begitu saja sampai berbulan-bulan oleh Menteri BUMN dan Presiden sehingga memperburuk situasi dan kondisi kinerja internal dan eksternal PLN,” kata Defiyan. (red/nn/ed)

Editor: Editor: Gendon Wibisono & Eriec Dieda

Related Posts

1 of 3,060