Connect with us

Hukum

Natalius Pigai Heran Dirinya Tak Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan KPK

Published

on

natalius pigai, masuk kabinet, juru bicara, fahri hamzah, usulan fahri hamzah, pilpres 2019, nusantaranews

Natalius Pigai. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mantan Komisoner Komnas HAM, Natalius Pigai tidak lolos seleksi administrasi calon pimpinan KPK.

Ketidaklolosan Pigai diketahui saat Pansel KPK merilis hasil seleksi administrasi capim KPK dalam konferensi pers di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Ketua Pansel KPK, Yenti Garnasih mengatakan dari 376 calon yang mendaftar capim KPK masa jabatan 2019-2023, sebanyak 192 orang dinyatakan lulus administrasi. Dia merinci 180 orang pria dan 12 lainnya perempuan.

Pantauan redaksi, dari 192 orang yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, memang tidak terdapat nama Natalius Pigai.

Kemudian, kepada redaksi, Natalius Pigai mengeluarkan sebuah pernyataan terkait statemen Yenti dan 7 anggota Pansel Capim KPK lainnya yang disebutnya ada keanehan.

Keanehan terletak pada pernyataan bahwa Yenti dan 7 anggota pansel lainnya telah berusaha mempertahankan Pigai tetapi Pansel Capim KPK semuanya berjumlah sembilan orang.

Berikut pernyataan yang dianggap Pigai aneh seperti dikutipnya dalam statetemen yang diterima redaksi. “Tolong tunjukan dokumen atau berkas apa yang tidak lengkap? Pak NP (Natalius Pigai -red), saya berusaha pertahankan tetapi kami panitia seleksi 9 orang,” katanya.

Menurut Pigai, ada keanehan dari kalimat tersebut. “Kata-kata ini aneh, mengapa beliau bertahan tetapi yang lain menolak saya?,” ucapnya, Kamis (11/7/2019).

“Aneh juga teman saya mantan Komisioner Komnas HAM yang sarjana agama lolos, hasil pemeriksaan BPK 2016, komisioner yang bersih atau tidak ada namanya dalam laporan pemeriksaan BPK cuma saya Natalius Pigai, yang lain pernah diperiksa Polda Metro Jaya terkait korupsi tersebut,” paparnya.

“Ada apa dengan pansel yang dipimpin Yenti Garnasih? Dengan ini apakah saya tidak lolos atau pesanan dan kebencian terhadap saya? atau skenario melemahkan KPK? Kita akan lihat ke depan,” pungkasnya. (eda)

Baca Juga:  Bintang Semesta - Cerpen Nanda Rista Novianti

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler