Connect with us

Politik

Nasionalisme dan Agama Adalah Narasi Besar Pembentuk Bangsa Indonesia

Published

on

Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy di hadapan para mahasiswa FISIP Universitas Airlangga dalam rangka pengetahuan tentang partai politik Islam di Era Millennial. (FOTO: Istimewa/@MRomahurmuziy)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Romahurmuziy menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, kata dia, jika berbicara politik tidak bisa dilepaskan dengan Islam.

“Nasionalisme dan Agama adalah narasi besar yang membentuk bangsa ini, maka dari itu kita harus menjaganya,” jelas pria yang akrab disama Rommy ini di hadapan para mahasiswa FISIP Universitas Airlangga dalam rangka pengetahuan tentang partai politik Islam di Era Millennial pekan lalu.

Menurut Rommy, dalam konteks bernegara ada yang dinamakan Politik Islam dan Islam Politik. “Kedua hal ini sangat berbeda,” ujarnya.

“Politik Islam mengusahakan nilai-nilai Islam agar dapat dikontekstualisasikan dlm kehidupan negara bangsa. Sedangkan Islam Politik adalah upaya sekelompok orang dengan menggunakan simbol2 agama demi kepentingan pribadi atau kelompok,” imbuhnya menguraikan.

Rommy menjelaskan, politik Islam memiliki tujuan yang mulia yaitu menegakkan keadilan dan kebenaran, peka terhadap kepentingan rakyat dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

“Islam merupakan agama yang lengkap, termasuk mengenai konsep kebangsaan dan tanah air. Jika ada yang ingin memisahkan agama dan negara sama seperti ingin memisahkan gula dari manisnya,” kata Rommy sebaimana tersiar melalui kultwit edisi Universitas Airlangga di akun twitternya.

Dalam sejarah Nusantara, lanjutnya, telah terbukti bagaimana Islam dan kekuasaan tidak terpisahkan. Setiap ada alun-alun kota atau pusat pemerintahan didekatnya pasti dibangun masjid, ini menunjukkan keduanya adalah elemen penting yang berkaitan erat. “Menilik sejarah perjalanan bangsa ini, partai politik Islam memiliki peran sentral. Kontribusi itu antara lain mengintegrasikan nilai Islam dalam hukum positif di Indonesia,” ujar dia.

Baca Juga:  PPP Romahurmuziy Nilai Pelaporan Menkumham ke Bareskrim Salah Kaprah

Labih lanjut ia menyampaikan, hari ini partai-partai menghadapi tantangan besar termasuk partai Islam, di era teknologi dimana informasi beredar begitu cepat disisi lain lahirnya generasi milenial dengan karakter unik dan tidak bisa ditebak arahnya. “Peran kaum muda dalam membangun bangsa sangat dibutuhkan utamanya untuk menjadi Agregator, Moderator, Benchmarker, Equalizer dan Akselerator,” kata Rommy.

Ia pun menegaskan bahwa, eksistensi politik Islam harus dipertahankan untuk memastikan hubungan agama dan kekuasaan berjalan seiring dan seimbang berdasarkan Pancasila.

“Kreativitas Mahasiswa sebagai elit terdidik sangat diperlukan untuk mendobrak oligarki politik berbasis modal dan melawan politik pragmatis yang dapat memecah belah bangsa,” harap Rommy kepada segenap mahasiswa Fisip Universitas Airlangga.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler