Connect with us

Mancanegara

NASA Temukan Bukti Kehidupan di Planet Mars

Published

on

NASA Temukan Bukti Kehidupan di Planet MarsNASA Temukan Bukti Kehidupan di Planet Mars

NASA Temukan Bukti Kehidupan di Planet Mars

NUSANTARANEWS.CO – Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) temukan bukti kehidupan di planet Mars. Temuan itu menunjukkan bahwa ekosistem Mars memungkinkan untuk menampung kehidupan manusia. Hal tersebut terungkap dengan adanya beberapa zat organik terawetkan di batu lumpur berusia 3 miliar tahun di kawah Gale, Mars.

Penemuan ini muncul dalam jurnal Science edisi minggu lalu ketika wahana penjelajah Mars Curiosity mengambil sampel dari batu yang dijuluki Telegraph Peak. Selain itu Curiosity juga mendeteksi variasi musiman dalam jumlah sangat kecil dari metana atmosfer Mars.

Curiosity juga menemukan zat-zat organik dalam sampel tanah yang diambil dari bagian bawah kawah Gale. Ternyata sampel tanah tersebut mengandung beberapa molekul dari Thiophenes, benzena, toluene, dan rantai karbon kecil, seperti propana atau butana. Selain beberapa molekul tersebut, Curiosity juga menemukan keberadaan klorin dan sulfur yang terawetkan secara organic.

Berdasarkan temuan inilah para ahli mengindikasikan ekosistem planet Mars dianggap bisa menopang kehidupan manusia.

Meskipun NASA mengatakan bahwa sementara Curiosity belum menentukan sumber molekul organik dari data yang dikumpulkan oleh wahana tersebut namun penemuan itu menunjukan bahwa Kawah Gale menyimpan semua bahan yang diperlukan untuk kehidupan.

Curiosity memang dilengkapi dengan instrumen yang dapat mendeteksi senyawa organik dan mencari indikasi kimia dan pencitraan kehidupan pada skala milimeter. Sementara program ExoMars Badan Antariksa Eropa (ESA) sedang melakukan pengukuran orbit untuk membantu memetakan metana Mars. Wahana The ExoMars juga akan mencari sample kehidupan di planet merah tersebut.

Meski begitu, penemuan organik kompleks dekat permukaan yang bertahan selama miliaran tahun lebih adalah sangat menakjubkan, kata Mark Lemmon, ilmuwan atmosfer di Texas A & M University di College Station.

Terkait dengan itu, NASA akan segera mengadakan perubahan terkait dengan rencana stasiun ruang angkasa internasional (ISS). Presiden Donald Trump sendiri telah mengajukan anggaran terbaru untuk menyelesaikan pembiayaan tersebut pada tahun 2025.

Seperti diketahui, pemerintah AS sendiri diperkirakan telah menghabiskan dana sebesar lebih dari US $ 75 miliar untuk mendukung dan pembangunan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Setelah aplikasi pesawat ulang-alik berhenti pada tahun 2011, AS membayar Rusia untuk mentransfer para astronotnya ke ruang angkasa. (Aya)

Terpopuler