Connect with us

Berita Utama

Napak Tilas Indonesia: Perjalanan 109 Hari Kebangkitan Nasional

Published

on

Harkitnas 109 - Ilustrasi: NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati di Republik Indonesia sudah lebih dari satu Abad lamanya. Tepatnya sejak organisasi pemuda Budi Utomo didirikan pada tanggal 20 Mei 1908.

Spirit persatuan dan kesatuan mencuat dalam diri Dr. Soetomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), yaitu Sekolah Pendidikan Dokter Hindia ketika Indonesia dalam penjajahan ketika itu. Karena itulah lahir organisasi dengan tujuan memperbaiki nasib rakyat melalui pendidikan dan kebudayaan. Para mahasiswa STOVIA diantaranya, Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji, serta digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Senasib dan sepenanggungan di bawah jajahan Belanda menjadi pelecut semangat sejumlah pemuda berpendidikan di organisasi Budi Utomo. Selanjutnya, Budi Utomo dinilai telah menjadi sumber inspirasi lahirnya organisasi kepemudaan lain yang bercita-cita memerdekakan bangsa, seperti Jong Java, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Celebes, dan Jong Borneo.

Kemudian lahir pula secara berturut-turut berdiri organisasi-organisasi besar seperti Indische Partij, Partai Politik pertama di Indonesia pada tahun 1912, Sarekat Dagang Islam, Muhammadiyyah, dan dan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra pada tahun yang sama. Satu cita, satu visi, dan satu tujuan menggiring sejumlah organisasi pemuda tersebut untuk bersatu menjadi Perhimpunan Indonesia dan melahirkan Sumpah Pemuda pada 1928.

Praktis, atas dasar itulah, Presiden Sukarno menetapkan lahirnya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada 1948. “Hari itu (20 Mei 1908) menurut beliau (Sukarno) adalah hari yang patut dianggap hari mulia oleh bangsa Indonesia, karena pada hari itu perhimpunan kebangsaan yang pertama, yaitu Boedi Oetomo, didirikan dengan maksud menyatukan rakyat, yang dulu masih terpecah-belah, agar dapat mewujudkan suatu bangsa yang besar dan kuat,” hemat Ki Hadjar Dewantara.

Baca Juga:  Meneladani Semangat Bung Tomo Tokoh Kebangkitan Nasional
Loading...

Ada Apa dengan tanggal 20 Mei sehingga dipilih menjadi hari lahirnya Budi Utomo? Sebagai pemuda yang berpendidikan dapat disebut bahwa pengetahuan sejarah para pemuda penuh semangat ini mangambil inspirasi dari berbagai peristiwa yang mengandung spirit perjuangan dan dicatat oleh dunia. Mari kita menoleh ke belakang sebelum lahirnya Budi Utomo.

Sepirit memperbaiki kehidupan suatu bangsa telah dilakukan oleh sejumlah bangsa di berbagai belahan dunia ini. Dari pantauan Nusantaranews.co terdapat beberapa peristiwa pada tanggal 20 Mei yang mengandung spirit perjuangan, diantaranya ialah sbb:

20 Mei 1498 tanah Vasco da Gama, pelaut sekaligus penjajah berkebangsaan Portugis sukses menemukan rute penjelajahan dari Eropa ke kawasan India melalui jalur laut melewati Tanjung Harapan. Rute inilah yang menjadi cikal-bakalnya penjajahan di Indonesia.

Semangat perlawanan penduduk kota Magdeburg di Jerman terhadap pasukan Kekaisara Romawi juga terjadi pada 20 Mei 1631. Namun, lantaran penduduk tak bersenjata harus menerima pembantaian keji dari pasukan Romawi. Pembantaian sejumlah penduduk ini kemudian disebut sebagai pembantaian paling parah dalam Perang 30 Tahun waktu itu.

20 Mei 1645 sejarah mencatat pasukan Kekaisaran Dinasti Qing yang menginvasi wilayah Kekaisaran Dinasti Ming di Tiongkok melakukan pembantaian selama 10 hari. Pembantaian itu yang menghanyutnya korban nyawa sebanyak 800.000 jiwa.

Spirit perjuangan terjadi pada 20 Mei 1813. Dimana Napoleon Bonaparte memimpin pasukan Prancis dalam Pertempuran Bautzen di Saxony, Jerman untuk melawan pasukan gabungan Rusia dan Prusia. Pertempuran Bautzen berakhir pada keesokan harinya dengan kemenangan Prancis.

Selanjutnya, 20 Mei 1882 terbentuklah organisasi pertahanan yang beranggotakan Jerman, Austria-Hungaria, dan Italia dengan nama “The Triple Alliace” atau Aliansi Tiga di Berlin Jerman.

Baca Juga:  Harkitnas Jadi Momen Bangkit untuk Bersatu

Enam tahun sebelum Budi Utomo lahir, 20 Mei 1902 Kuba meraih kemerdekaan penuh dari Amerika Serikat (AS) yang mengontrol Kuba sejak 1898. Setelah merdeka, Tomas Estrada Palma dinobatkan sebagai presiden pertama Kuba.

Demikian sejumlah peristiwa pergerakan penuh semangat persatuan dan kesatuan yang bisa jadi menjadi sumber ilham bagi para pemuda STOVIA untuk menancapkan awal perjuangan memperbaiki nasib bangsa Indonesia melalui pendidikan dan kebudayaan waktu itu.

Penulis/Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler