Connect with us

Ekonomi

Naiknya Harga Tiket Mudik Bayangi Inflasi Juni

Published

on

Antrian di Loket Tiket Stasiun Pasar Senen/NUSANTARANEWS
Antrian di Loket Tiket Stasiun Pasar Senen/Foto Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan naiknya harga pangan dan transportasi selama bulan Ramadan hingga menjelang hari raya Idul Fitri akan mengerek laju inflasi lebih tinggi dari sasaran.

Kepala BPS Suharyanto menilai, pemerintah perlu memperhatikan sektor transportasi yang berpotensi menjadi penyebab tingginya inflasi selama bulan Juni mendatang. Hal ini tentu berhubungan dengan tradisi masyarakat Indonesia yang kerap mudik atau kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri.

“Kita perlu mengantisipasi untuk transportasi yang biasanya juga mengalami kenaikan. Jadi untuk bulan ini kita memang harus agak hati-hati, masih ada pengaruh listrik pasca bayar dan transportasi juga perlu betul-betul dijaga agar harga tiket tidak melambung,” ujar Suharyanto saat ditemui di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Sementara, Direktur Statistik Harga Yunita Risanti mengungkapkan, bahwa pemerintah perlu memantau harga tiket untuk angkutan udara yang kerap melonjak tinggi menjelang Lebaran.

Menurutnya, harga tiket pesawat kerap mengalami kenaikan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan moda transportasi lainnya seperti kereta api maupun kapal laut.

“Karena sekarang ini kenaikannya cenderung tidak signifikan antara naik kereta atau pesawat. Tapi kalau permintannya semakin naik, seharusnya pemerintah sudah menentukan tarif tertinggi untuk harga itu,” kata Yunita.

Untuk diketahui, pada Mei 2017, BPS mencatat kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,23 persen.

Selain harga transportasi, pemerintah juga tetap harus mewaspadai kenaikan harga pangan. Pada Mei 2017, BPS mencatat harga pangan menjadi penyebab utama inflasi dengan sumbangan sebesar 0,85 persen atau berkontribusi 0,17 persen terhadap Mei sebesar 0,39 persen.

Reporter: Richard Andika
Editor: Romandhon

Baca Juga:  Mata Kiri Novel Baswedan Baru Bisa Melihat Jari-jari

Terpopuler