Connect with us

Hot Topic

MUI Takut Hal Ini Pasca Vonis Ahok

Published

on

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adi/Foto via wartakota/nusantaranews
Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adi/Foto via wartakota/nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa prihatin dengan perkembangan dan kondisi bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Sebab, kondisi politik tanah air yang kian memanas merupakan gejala terjadinya keretakan bangsa.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan seperti pasca putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang telah divonis dua tahun penjara.

“Dalam putusan vonis tersebut disikapi oleh berbagai pihak dengan aksi unjuk rasa yang dikhawatirkan justru dapat menjadi kontraproduktif bagi ikhtiar MUI dalam menjaga NKRI dan merawat kebhinnekaan‎,” ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 15 Mei 2017.

Menurut dia, MUI berpandangan bahwa penyampaian aspirasi untuk permohonan penangguhan penahanan adalah sah, dan dijamin oleh konstitusi. Karena, lanjut Zainut, sepanjang hal tersebut sesuai dengan ketentuan hukum dan dilakukan dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum.

“Semua pihak harus menghormati keputusan hakim dan percaya kepada mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia. Begitu juga harus menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan, yaitu langkah hukum Ahok untuk mengajukan banding,” katanya.

MUI juga merasa prihatin terkait dengan isu adanya pihak yang ingin menarik pihak asing untuk masuk dan intervensi ke dalam wilayah hukum di Indonesia. Sebab, kata Zainut, hal tersebut merupakan bentuk pengingkaran dan pelecehan terhadap kedaulatan hukum Indonesia.

MUI berharap semua pihak lebih arif dalam menyikapi situasi seperti ini, bukannya memperkeruh dan jangan mudah terprovokasi dengan hasutan, fitnah dan ajakan jahat oleh siapapun.

Menurut Zainut, jangan karena alasan ingin memerjuangkan NKRI justru persaudaraan sebagai bangsa terciderai. Jangan pula karena alasan ingin memperjuangkan kebhinekaan tapi justru wajah Indonesia semakin retak terbelah.

Baca Juga:  Bom Kampung Melayu, Pelaku Bom Bali: ISIS Halalkan Darah Manusia

“Saatnya para tokoh bangsa untuk duduk bersama, menghilangkan sekat perbedaan, mendinginkan suasa dan mencari solusi yang maslahat dan bermartabat untuk manjaga keutuhan NKRI dan negara Pancasila,” tandas dia.

Pewarta: Richard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Terpopuler