Connect with us

Puisi

Moza, Sajak Khasfi Maulana Ahsan

Published

on

Aku Mencintaimu Dalam Diam, Lelaki Asingku/The Secret Love Life of Ophelia. (FOTO: Ryan McGettigan)

The Secret Love Life of Ophelia. (FOTO: Ryan McGettigan)

Moza, Sajak Khasfi Maulana Ahsan

Moza

Hari itu angin mengelus lembut setiap helai rambutku
Berbincang dan menapak pada sendi jalanan
Aku tak pernah merasakan hal yang sama
Sampai aku temukan dia dalam diamku
Dia yang tersenyum, yang mencaci dan selalu
Menganggap gurau kalimatku
Aku tak apa karena dengan sikapnya aku bisa
Ujarkan kata walau tak harus pernah dianggapnya
Aku hanya suka saat mataku beradu
Kemudian dengan bodohnya aku memaku
Hanya karena rasa gugup yang menyerangku
Dan semua tak akan pernah hadir sampai dia ada
Moza…..

Purbalingga, 10 Februari 2019

 

Selamat malam moza

Hai, nada lirih tersembunyi dibalik suara keheningan
Aku gugup sebenarnya, namun dengan congkak tak perduli
Aku terus berjalan menyusuri malam bersama gadis yang menjadi kawanku
Dia kawanku dan bukan siapapun, namun bagiku dia lain
Dia adalah intan yang bersinar bahkan saat gelap menyelimuti
Aku terus berjalan saling memaki dan menghina melempar kata
Bodoh ! Itu kalimatnya .
Namun dari semua itu aku melakukannya atas dasar menginginkannya
Menginginkan senyum tetap terurai sebagai hiasa diwajahnya
Aku suka saat ia mencaci, karena dari sana aku mencintainya
Moza, hari telah menuju saat rembulan beraksi
Menatap mimpi yang akan sirna dipagi hari
Kelak jika aku boleh berharap dan
Mendapatkanmu dalam mimpiku
Aku akan tinggal disana, dan tak berharap lagi bangun
Selamat malam, moza

Purbalingga, 10 Februari 2019

 

Moza 2

Boleh aku bertanya, ? Sesuatu yang ada pada dirimu
Apa yang kau pikirkan dan yang mengisi hal besar disana
Jauh didalam sana, hal yang tak dapat kulihat
Tak pula dapat aku rasakan
Hal yang membuatku ragu
Pun membuatku tak tahu untuk berkata
Apa ?, hal yang ada disana..jauh
Tak terlihat namun teramat menyiksaku
Boleh kutanya, apa yang ada dan tengah mengisi hatimu
Sampai ahir detik malam ini
Moza ….

Purbalingga, 10 Februari 2019

 

Segelas air dingin

Malam itu bersama dua porsi nasi goreng
Kau ingat, dimana dua gelas air dingin menemani kita
Mengobrol tak berguna dan aku hanya bisa tersenyum
Aku bukan tersenyum karena canda
Tak pula karena humor yang kau lontar
Aku, tersenyum tanpa dusta dibalik
Rasa suka yang tak dapat aku ungkap lewat kata kata
Puisi ini, kutulis untuk mengingat malam
Dimana aku yang terlihat bodoh dan penuh suka
Bagai dua gelas air dingin yang saling kita hadapi
Namun dingin tak bertanya ataupun menjalin cinta
Dingin dalam diam menutup mata dan menyisih rasa malu
Serta dari dua gelas air ini kita bersama melepas suka
Yang tak kau tahu makna di balik diamnya kata kata
Terima kasih, moza

Purbalingga, 10 Februari 2019

 

Kau mulai bertanya siapa moza
Kenapa ? Apa yang istimewa dibalik nama moza
Tak, tak ada yang istimewa
Hanya saja dia ada
Dia, yang terbalut kerudung
Tersenyum bagai duri yang begitu lembut
Menyingsing awan dan menutup gelap
Dia yang mampu ujar senyum dibalik harunya
Dia yang berhenti menangis dan menebar pesona ceria
Bodoh, dia gadis bodoh
Tak berfikir tentang dirinya
Dan malah menghujat hatinya dengan dusta
Dia sembunyi dibalik bunga
Namun tak juga membuang lebah yang menyengat dibalik bunganya
Kenapa, siapa moza ?
Wanita bukan gadis namun lebih manis nan menawan
Karena dia punya cinta
Punya dusta
Dan memiliki rasa suka dan penuh bangga
Dia, moza.

Purbalingga, 10 Februari 2019

 

 

Khasfi Maulana Ahsan lahir di Purbalingga, 24 Mei 1999. Mahasiswa di Institut Agama Islam Negri (IAIN) Purwokerto, Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah. Moto; Tak ingin gagal tanpa pelajaran. Cita-cita; menulis

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler